liputaninvestigasi.com – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka Sosialisasi Draft Penyusunan Kurikulum Pendidi...
liputaninvestigasi.com – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka Sosialisasi Draft Penyusunan Kurikulum Pendidikan Diniyah Kota Banda Aceh yang berlangsung di Aula Tekkomdik Kota Banda Aceh, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh beserta jajaran, tim penyusun kurikulum, para kepala sekolah, guru Pendidikan Diniyah, pengawas sekolah, komite sekolah, serta perwakilan orang tua peserta didik.
Dalam arahannya, Wali Kota Illiza menegaskan bahwa penyusunan kurikulum Pendidikan Diniyah merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pendidikan Islam sekaligus membentuk karakter generasi muda Kota Banda Aceh.
Menurutnya, kurikulum yang disusun tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi pedoman yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan agama yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan peserta didik secara akademik, tetapi juga membentuk akhlak, karakter, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi bekal kehidupan mereka di masa depan," ujar Illiza.
Ia menjelaskan, penyusunan kurikulum tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi pelaksanaan Pendidikan Diniyah pada tahun 2025 yang dilakukan bersama tim akademisi dari Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry. Selain itu, pemerintah kota juga telah melaksanakan pelatihan peningkatan kompetensi guru pada awal 2026 sebagai bagian dari upaya penyempurnaan sistem pembelajaran Pendidikan Diniyah di seluruh sekolah.
Illiza menambahkan, penyusunan kurikulum ini mengacu pada Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pendidikan Diniyah yang menegaskan kewajiban peserta didik untuk memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur'an, memahami aqidah, ibadah, akhlak, serta hafalan sesuai jenjang pendidikan.
Menurutnya, kurikulum tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh, CERDAS (Ciptakan Generasi Pintar dan Berkualitas), yang menitikberatkan pada lahirnya generasi unggul tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami, berakhlak mulia, beradab, peduli terhadap sesama, dan memiliki keimanan yang kuat.
Di akhir sambutannya, Illiza mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyempurnakan kurikulum tersebut agar dapat diterapkan secara efektif di setiap satuan pendidikan.
"Kolaborasi antara pemerintah, ulama, akademisi, tenaga pendidik, dan orang tua sangat penting agar Pendidikan Diniyah di Kota Banda Aceh semakin berkualitas dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, religius, serta berkarakter," tutupnya.
