liputaninvestigasi.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksa) Kota Sabang, Agus Halim, SE.Ak., ...
liputaninvestigasi.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksa) Kota Sabang, Agus Halim, SE.Ak., C.EC., C.PM., mengikuti Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Hotel Aryaduta Medan, pada 1–2 Juli 2026.
Forum bertema "Digital Insights, Better Governance" itu diikuti perwakilan dari 96 pemerintah kota se-Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam mempercepat transformasi digital guna mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selama forum berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari dialog kebijakan, penguatan kolaborasi antarpemerintah daerah, hingga pembahasan mengenai kepemimpinan digital, pemanfaatan data dalam perumusan kebijakan publik, serta strategi menghadapi perkembangan teknologi informasi.
Direktur Akselerasi Teknologi Digital Daerah Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Aris Kurniawan, S.Sos., M.Comn., mengatakan transformasi digital harus menjadi fondasi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah terus mendorong setiap daerah membangun ekosistem digital yang aman, inklusif, terintegrasi, dan berbasis data sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat ketahanan informasi, serta mempercepat pembangunan daerah melalui kolaborasi berbagai pihak.
Kepala Diskominfotiksa Kota Sabang, Agus Halim, menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun pemerintahan yang lebih cerdas, transparan, responsif, dan akuntabel.
"Data yang akurat dan pemanfaatan teknologi digital harus menjadi dasar dalam setiap pengambilan kebijakan. Bagi Kota Sabang, digitalisasi merupakan instrumen penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kolaborasi antarperangkat daerah, serta mewujudkan pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan adaptif terhadap tantangan zaman," ujarnya.
Ia optimistis sinergi antardaerah yang terbangun melalui forum tersebut akan mendorong lahirnya berbagai inovasi digital yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Bidang Analisis Media Sosial, Dr. Christiany Juditha, S.Sos., M.A., memaparkan pentingnya pemanfaatan Analisis Media Sosial (AMS) sebagai instrumen dalam memperkuat tata kelola komunikasi publik digital di pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya dituntut menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu menangkap aspirasi publik secara cepat dan berbasis data agar mampu mengidentifikasi isu sejak dini serta menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Banda Aceh sekaligus Wakil Ketua Digital Forum Aceh, Rahadian, ST., menyebut forum tersebut menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah.
Ia menilai pemanfaatan data dan teknologi harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Digital Forum Aceh, kata dia, akan terus mendorong sinergi antardaerah agar transformasi digital tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga menjadi budaya kerja yang menghasilkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berdampak nyata.
Melalui partisipasi dalam Forum Komdigi Apeksi 2026, Pemerintah Kota Sabang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transformasi digital sebagai langkah mewujudkan pemerintahan yang modern, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas kepada masyarakat.
