liputaninvestigasi.com – Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, mengeluarkan pernyataan resmi setelah namanya diduga dicatut ...
liputaninvestigasi.com – Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, mengeluarkan pernyataan resmi setelah namanya diduga dicatut oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menghubungi sejumlah pejabat.
Fauzan mengatakan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya menerima laporan dari sejumlah pejabat terkait adanya pesan WhatsApp dari orang yang mengaku sebagai dirinya.
Modus yang digunakan pelaku adalah mengatasnamakan Fauzan Adami selaku Ketua SAPA, lalu menghubungi pejabat dengan berbagai alasan.
Tidak hanya itu, pelaku juga disebut mengirimkan Kartu Tanda Anggota (KTA) SAPA yang telah diedit dengan menggunakan foto Fauzan Adami untuk meyakinkan calon korban.
Dari informasi yang diterima, aksi itu tidak dilakukan melalui satu nomor saja, melainkan menggunakan banyak nomor berbeda.
“Sudah ada beberapa pejabat yang melaporkan kepada saya bahwa ada pihak yang menghubungi mereka dan mengaku sebagai Fauzan Adami, Ketua SAPA. Saya tegaskan, itu bukan saya,” kata Fauzan, Kamis (25/6/2026).
Ia menegaskan, nomor-nomor yang digunakan oleh pihak tersebut bukan nomor pribadinya dan tidak ada kaitan dengan SAPA. Karena itu, segala bentuk komunikasi, permintaan, maupun pesan yang dikirim dari nomor-nomor tersebut bukan tanggung jawab dirinya maupun lembaga.
Menurut Fauzan, pencatutan nama tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan kerugian, kesalahpahaman, serta mencoreng nama baik organisasi. Ia meminta seluruh pejabat, mitra, dan masyarakat agar tidak mudah percaya jika ada pihak yang menghubungi dengan mengatasnamakan dirinya.
“Kalau ada yang menghubungi mengaku saya, apalagi sampai meminta bantuan, uang, atau hal-hal lain yang mencurigakan, jangan langsung dipercaya. Harus diverifikasi dulu,” tegasnya.
Fauzan juga mengimbau agar siapa pun yang menerima pesan, telepon, atau kiriman identitas mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya maupun SAPA segera melakukan konfirmasi kepada pengurus resmi SAPA.
Menurutnya, langkah verifikasi penting dilakukan agar tidak ada pihak yang tertipu oleh modus pencatutan identitas tersebut.
Ia menegaskan, SAPA selama ini menjalankan kerja-kerja sosial dan kontrol publik secara terbuka serta tidak pernah menggunakan cara-cara seperti itu dalam berkomunikasi dengan pejabat maupun masyarakat.
“Jangan sampai ada yang menjadi korban karena ulah oknum yang mencatut nama saya dan nama SAPA. Kami minta semua pihak waspada,” ujarnya.
Fauzan menambahkan, apabila aksi pencatutan nama ini terus berlanjut, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum agar pelaku dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau praktik seperti ini terus dilakukan, tentu akan kami laporkan ke aparat penegak hukum. Ini bukan hanya merugikan saya secara pribadi, tetapi juga mencoreng nama lembaga,” katanya.
SAPA pun mengimbau para pejabat, mitra kerja, dan masyarakat agar tidak merespons permintaan apa pun dari pihak yang mengaku sebagai Fauzan Adami tanpa verifikasi yang jelas, terlebih jika disertai permintaan bantuan, uang, atau bentuk kepentingan lainnya.

