Bireuen/lliputaninvestigasi.com- Warga Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, mengeluh menurunnya kualitas air dari PDAM Krueng Peusangan yan...
Bireuen/lliputaninvestigasi.com-Warga Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, mengeluh menurunnya kualitas air dari PDAM Krueng Peusangan yang terus mengalir ke rumah-rumah pelanggan setiap hari dalam kondisi keruh.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat yang sangat bergantung pada air bersih untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Air yang tidak layak pakai tersebut juga memicu pertanyaan besar mengenai mutu layanan publik yang semestinya menjadi kebutuhan paling mendasar.
Salah salah satu warga, Hanum, menyebutkan bahwa kondisi air keruh ini telah berlangsung cukup lama dan terus mengganggu kebutuhan harian. Keluhan tersebut mencerminkan kekecewaan yang makin besar terhadap layanan air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan paling dasar bagi masyarakat.
Air dari jaringan PDAM Krueng Peusangan kerap tampak keruh dan dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan normal, bahkan hampir setiap hari terjadi sehingga menimbulkan keresahan warga.
"Sejumlah aktivitas rumah tangga seperti memasak, mandi, dan menyiapkan air minum ikut terdampak karena tidak lagi merasa yakin terhadap kebersihan air." papar Hanum, Jum'at, (19/06/2026).
Menurutnya, air yang keruh menimbulkan kekhawatiran kesehatan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak dan lansia. Sebagian warga bahkan terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih dari sumber lain agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi
"Aktivitas rumah tangga jadi terganggu karena kebutuhan harian harus diatur ulang demi keamanan penggunaan air. Warga kini lebih berhati-hati saat memakai air untuk kebutuhan dasar, dan ini menjadi beban ekonomi yang terus berulang." ujar Hanum.
Keluhan yang sama juga datang dari ibu rumah tangga lain, Intan, ia mengatakan bahwa mereka hampir setiap hari menghadapi air keruh ketika membuka kran di rumah. Kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga menjadi serba terbatas karena air tidak bisa langsung digunakan sebagaimana mestinya.
"Kami sangat kesulitan karena air seperti ini tidak bisa langsung dipakai untuk kebutuhan rumah tangga. Kami berharap ada perhatian serius agar warga tidak terus-menerus dirugikan." kata Intan.
Masyarakat berharap persoalan ini tidak terus berlarut karena menyangkut kebutuhan dasar yang semestinya dipenuhi dengan baik. Warga juga mendesak PDAM Krueng Peusangan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi layanan air bersih di Kecamatan Jangka.
"Harapan kami sederhana, yaitu mendapatkan air bersih yang layak dan pelayanan yang lebih baik dari waktu ke waktu." harap Intan.
Media telah melakukan upaya konfirmasi kepada Plt Direktur PDAM Krueng Peusangan, Khairul Mahbub melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum memberikan respons. (Juliadi)
