Banda Aceh/liputaninvestigasi.com- Said Muhamad Pemuda Asal Gandapura yang lebih akrab di sapa "Tuyed" kini resmi bergabung dengan...
Banda Aceh/liputaninvestigasi.com-Said Muhamad Pemuda Asal Gandapura yang lebih akrab di sapa "Tuyed" kini resmi bergabung dengan Partai NasDem dan dipercaya memimpin Garda Pemuda NasDem tingkat kabupaten di Bireuen untuk masa bakti 2026-2030.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan berlangsung di Kantor NasDem yang berlokasi di Pangoe Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Sabtu (27/6/2026).
SK tersebut diserahkan oleh Ketua Bidang OKK DPP Garda Pemuda NasDem Citra Ali Fikri kepada Said Muhamad sebagai bentuk kepercayaan terhadap kepemimpinannya dalam mengonsolidasikan kekuatan politik generasi muda di daerah.
Bagi Tuyed, keputusan memilih NasDem bukan semata persoalan kendaraan politik, melainkan pilihan terhadap ruang yang dinilai mampu memberikan kesempatan lebih besar bagi generasi muda untuk bertumbuh melalui proses kaderisasi dan pendidikan politik.
Tuyed juga menyebut NasDem sebagai partai yang membuka ruang partisipasi yang luas bagi anak muda melalui pendidikan politik yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
"Pendidikan politik penting untuk membuka cakrawala berpikir generasi muda agar memahami proses demokrasi sekaligus mempersiapkan diri berkarier di dunia politik secara profesional dan berintegritas," katanya.
Ia menilai, keberadaan Surya Paloh sebagai tokoh nasional asal Aceh memiliki makna simbolik yang penting bagi generasi muda di daerah.
Menurutnya, kepemimpinan seorang putra Aceh di tingkat nasional menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi anak muda Aceh untuk tampil dalam percaturan politik nasional.
"Anak muda Aceh harus memiliki keberanian untuk bermimpi besar dan mengambil peran dalam menentukan arah kebijakan publik. Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan instrumen untuk menghadirkan perubahan sosial," ujar Said.
Kehadiran anak muda di ruang politik tidak hanya diperlukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, tetapi juga untuk menghadirkan gagasan baru yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman seperti transformasi digital, ekonomi kreatif, perubahan iklim, hingga pembangunan sumber daya manusia.
Tuyed berpandangan bahwa partai politik harus bertransformasi menjadi ruang belajar bersama yang melahirkan politisi muda dengan kapasitas intelektual, integritas moral, serta kemampuan memahami kompleksitas persoalan masyarakat moderen.
Ia menilai pendidikan politik yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda tidak memandang politik hanya dari sudut pandang pragmatis dan elektoral semata.
"Politik harus dipahami sebagai proses panjang membangun peradaban, memperjuangkan keadilan sosial, dan memastikan kebijakan publik berpihak kepada masyarakat luas," katanya.
Karena itu, pembentukan dan pengesahan kepengurusan Garda Pemuda NasDem Kabupaten Bireuen dipandang sebagai bagian dari proses institusionalisasi kader muda agar mampu menjadi aktor politik yang memiliki kompetensi organisasi dan kepemimpinan publik.
Menurut Tuyed, konsolidasi organisasi yang kuat akan menjadi fondasi lahirnya generasi pemimpin baru yang tidak hanya memiliki kemampuan memenangkan kontestasi politik, tetapi juga kemampuan mengelola pemerintahan secara efektif dan akuntabel.
"Regenerasi politik bukan sekadar pergantian usia dalam kepemimpinan, tetapi pergantian paradigma menuju politik yang berbasis gagasan, meritokrasi, dan pelayanan publik," ujarnya.(Nadar)
