liputaninvestigasi.com– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Gandapura, Mauliadi, menyoroti lambannya penger...
liputaninvestigasi.com– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Gandapura, Mauliadi, menyoroti lambannya pengerjaan proyek saluran drainase di sepanjang Jalan Nasional Banda Aceh–Medan yang melintasi wilayah Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan akibat minimnya pengamanan di lokasi pekerjaan.
Mauliadi mengatakan, proyek pembangunan saluran pembuangan yang terbentang dari Desa Cot Puuk hingga Desa Teupin Siron dengan panjang sekitar 4 kilometer itu telah dikerjakan sejak sebelum bulan Ramadan 1447 Hijriah atau awal tahun 2026. Namun hingga kini, pekerjaan tersebut belum juga rampung.
“Pekerjaan ini sudah berlangsung cukup lama sebelum puasa kemarin tapi sampai sekarang belum selesai juga. Padahal ini sangat menganggu kegiatan perekonomian masyarakat Keude Gandapura adalah kawasan pusat Keude Gandapura,” ujar Mauliadi, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, selama ini pusat pasar Gandapura menjadi salah satu lokasi persinggahan kendaraan dari luar daerah yang melintas di jalur nasional Banda Aceh–Medan. Banyak pengendara yang biasanya berhenti untuk makan, minum, maupun berbelanja di kawasan tersebut.
Namun, kondisi galian drainase di pinggir jalan membuat ruang parkir menjadi terbatas sehingga banyak kendaraan memilih tidak berhenti. Akibatnya, para pedagang, terutama pelaku usaha kuliner, mengaku mengalami penurunan pendapatan.
Selain dampak ekonomi, Mauliadi juga menyoroti aspek keselamatan bagi pengguna jalan. Ia menilai masih banyak titik pekerjaan yang tidak dilengkapi police line maupun rambu-rambu peringatan yang memadai.
“Sudah ada beberapa kendaraan yang terperosok ke area drainase tersebut. Ini tentu sangat berbahaya, terutama pada malam hari. Kami berharap pihak pelaksana proyek segera memasang pengamanan yang memadai untuk menghindari kecelakaan,” katanya.
Ia juga meminta pihak terkait agar mempercepat penyelesaian proyek sehingga masyarakat tidak terus-menerus dirugikan akibat terganggunya aktivitas ekonomi dan mobilitas di pusat kota Kecamatan Gandapura.
"Semoga pembangunan drainase ini bisa cepat selesai dengan mengedepankan keselamatan masyarakat dan kenyamanan pengguna jalan "ujar keuchik mauliadi.
