Bireuen/liputaninvestigasi.com- Semangat kemanusiaan mewarnai peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Kabupaten Bireuen. Melalui aksi...
Bireuen/liputaninvestigasi.com-Semangat kemanusiaan mewarnai peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Kabupaten Bireuen. Melalui aksi donor darah massal yang digelar di halaman Kantor Bupati Bireuen, Kamis (11/6/2026), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen berhasil menghimpun sebanyak 115 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien di berbagai fasilitas kesehatan.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI dan Polri, organisasi kemasyarakatan, komunitas pemuda, hingga warga umum tampak berpartisipasi secara sukarela dalam aksi sosial yang menjadi agenda tahunan itu.
Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, SH, MM, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya donor darah sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan.
“Alhamdulillah, kegiatan donor darah dalam rangka Hari Donor Darah Sedunia berjalan lancar dan berhasil mengumpulkan 115 kantong darah. Ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Bireuen terhadap sesama,” ujar Edi.
Menurutnya, setiap kantong darah yang terkumpul memiliki arti penting bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah, baik untuk penanganan medis rutin maupun kondisi darurat.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.S., melalui petugas Unit Transfusi Darah (UTD), Wardati, SKM, MKM, menegaskan bahwa darah yang terkumpul akan memperkuat ketersediaan stok darah rumah sakit.
Ia menilai kegiatan donor darah yang dilakukan secara berkesinambungan menjadi salah satu penopang utama pelayanan kesehatan, terutama dalam menghadapi kebutuhan transfusi yang kerap meningkat sewaktu-waktu.
“Kegiatan donor darah yang dilakukan secara berkelanjutan seperti ini sangat membantu rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan darah,” kata Wardati.
Di tengah kegiatan, semangat berbagi juga terlihat dari para pendonor. Salah satunya Sri Melina (37), yang kembali mendonorkan darahnya untuk kedua kali. Ia mengaku terdorong untuk berpartisipasi karena ingin memberikan manfaat bagi orang lain.
“Ini donor darah kedua saya. Saya merasa bahagia bisa ikut membantu orang lain. Semoga darah yang saya donorkan dapat bermanfaat bagi pasien yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia berharap budaya berbagi melalui donor darah terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
"Dengan meningkatnya jumlah pendonor sukarela, kebutuhan darah bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Bireuen dan wilayah sekitarnya diharapkan dapat terpenuhi secara lebih optimal, sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat" Harapnya. (Nadar)
