liputaninvestigasi.com – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, dalam mengawal k...
liputaninvestigasi.com – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, dalam mengawal kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional dan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!).
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, saat membuka kegiatan Sosialisasi SP4N-LAPOR! Goes To Campus yang berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Senin (8/6/2026).
Dalam sambutannya, Jalaluddin menegaskan bahwa setiap laporan yang disampaikan masyarakat memiliki nilai penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, laporan masyarakat tidak hanya menjadi sarana penyampaian keluhan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di lapangan serta menyusun kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
"Pemerintah Kota Banda Aceh memandang pelayanan publik yang berkualitas harus dibangun melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Karena itu, setiap laporan yang masuk menjadi masukan yang sangat berharga bagi pemerintah," ujarnya.
Selain terintegrasi dengan SP4N-LAPOR!, Pemko Banda Aceh juga menyediakan kanal pengaduan daerah yang dikenal dengan nama SALEUM (Sarana Aduan Layanan Elektronik Untuk Masyarakat). Kanal tersebut menjadi media komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan berbagai persoalan terkait pelayanan publik.
Jalaluddin menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pengaduan agar setiap laporan yang diterima dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan sosial dan pembangunan daerah.
"Kami berharap mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelayanan publik dan pembangunan di sekitarnya. Jika menemukan pelayanan yang belum optimal, sampaikan melalui saluran yang tersedia. Begitu juga jika memiliki gagasan untuk kemajuan daerah," katanya.
Sementara itu, Dekan FISIP USK, Prof. Mahdi Syahbandir, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut di lingkungan kampus yang dipimpinnya.
Menurut Prof. Mahdi, kegiatan tersebut sangat relevan bagi mahasiswa FISIP yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin, birokrat, akademisi, maupun agen perubahan di masa depan.
Ia menilai pemahaman mengenai pelayanan publik dan sistem pengaduan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang responsif antara pemerintah dan warga negara.
"Kegiatan ini memberikan pemahaman yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memperkenalkan instrumen nyata yang digunakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik," ujarnya.
Prof. Mahdi berharap para mahasiswa dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik sehingga mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, baik sebagai warga negara yang aktif maupun dalam perjalanan karier profesional di masa mendatang.
Selain itu, kegiatan sosialisasi SP4N-LAPOR! diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk berkontribusi dalam pengawasan serta perbaikan pelayanan publik, baik di Aceh maupun di tingkat nasional.
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominsa) Kota Banda Aceh tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Penelaah Teknis Kebijakan pada Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Rasyid Al Kindy, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, Kepala Diskominsa Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, serta Kepala Bidang Pengelolaan Layanan Informasi Publik Diskominsa Aceh, Safrizal AR.
