Bireuen/liputaninvestigasi.com- Sebuah mobil minibus jenis Avanza dilaporkan terperosok ke dalam saluran drainase yang sedang dikerjakan di...
Bireuen/liputaninvestigasi.com- Sebuah mobil minibus jenis Avanza dilaporkan terperosok ke dalam saluran drainase yang sedang dikerjakan di kawasan Pasar Keude Gandapura, Kabupaten Bireuen, Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Selain insiden tersebut, warga juga mengeluhkan dampak pengerjaan drainase di Desa Keude Lapang, Kecamatan Gandapura. Sejumlah warga menyebut pagar rumah mereka roboh karena galian saluran yang dinilai terlalu lebar dan berada dekat dengan bangunan warga.
Peristiwa ini memicu sorotan masyarakat terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek drainase yang berada di sepanjang Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, salah satu jalur dengan lalu lintas yang cukup padat.
Berdasarkan keterangan warga yang ditemui di lokasi, proyek tersebut dinilai tidak dilengkapi pengamanan yang memadai. Warga mengaku tidak melihat adanya rambu-rambu peringatan, pagar pengaman, garis pembatas, maupun penutup sementara pada bagian drainase yang masih terbuka.
“Lokasi ini berada di pusat keramaian Pasar Keude Gandapura dan tepat di pinggir jalan nasional yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun sampai sekarang kami tidak melihat adanya rambu peringatan atau pengamanan yang memadai di sekitar lokasi proyek,” ujar seorang warga.
Menurut warga, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada jam-jam sibuk saat aktivitas masyarakat dan arus kendaraan meningkat.
Masyarakat meminta pihak pelaksana proyek dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap penerapan K3 di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Proyek drainase tersebut diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan berada di bawah pengawasan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Namun, warga mengaku tidak menemukan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Akibatnya, masyarakat tidak mengetahui nilai anggaran maupun identitas kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.
Warga berharap BPJN Aceh dan kontraktor pelaksana segera memasang rambu-rambu keselamatan, pagar pengaman, serta penutup sementara pada titik-titik yang berisiko guna menjamin keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. (Taufiq)
