liputaninvestigasi.com – Ketua Irwansyah menerima kunjungan audiensi jajaran pengurus cabang Nahdlatul Ulama di ruang kerjanya, lantai III ...
liputaninvestigasi.com – Ketua Irwansyah menerima kunjungan audiensi jajaran pengurus cabang Nahdlatul Ulama di ruang kerjanya, lantai III Gedung DPRK Banda Aceh, Jumat (5/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara lembaga legislatif dengan organisasi kemasyarakatan Islam dalam mendukung pembangunan dan pembinaan masyarakat di Kota Banda Aceh.
Dalam kesempatan itu, Irwansyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan pengurus baru NU Banda Aceh yang dipimpin oleh Abi Sulaiman bersama Abaty Aulia. Menurutnya, keberadaan NU sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, persatuan umat, serta mendukung pembangunan daerah.
“Sinergi antara DPRK Banda Aceh dan NU sangat penting untuk terus diperkuat. Kolaborasi ini dibutuhkan dalam mendukung pembangunan kota yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini,” ujar Irwansyah.
Dalam dialog tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, termasuk upaya penegakan Syariat Islam yang saat ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh. Irwansyah menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah penertiban dan pengawasan yang dilakukan pemerintah, namun menegaskan bahwa pelaksanaannya harus dilakukan secara adil dan tanpa diskriminasi.
“Kita mendukung langkah-langkah penegakan aturan yang dilakukan pemerintah. Namun yang paling penting adalah penerapannya harus berjalan secara adil, objektif, dan tidak tebang pilih sehingga mampu menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Selain itu, Irwansyah juga menekankan pentingnya penguatan metode dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, pendekatan dakwah perlu disesuaikan dengan karakter generasi muda, khususnya generasi milenial dan generasi Z yang saat ini sangat dekat dengan teknologi dan media digital.
Ia mendorong agar ruang-ruang digital dimanfaatkan secara maksimal untuk menyebarkan pesan-pesan keislaman, edukasi, serta konten positif yang mampu membangun karakter generasi muda.
“Media sosial dan ruang digital harus menjadi sarana dakwah yang efektif. Kita ingin ruang maya dipenuhi konten-konten yang mencerdaskan, menginspirasi, dan memperkuat nilai-nilai keislaman, bukan justru didominasi oleh konten negatif seperti pornografi, perjudian online, maupun penyalahgunaan teknologi lainnya,” tegasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari penguatan kerja sama antara DPRK Banda Aceh dan NU dalam mendukung pembangunan daerah, pembinaan umat, serta menjaga identitas Banda Aceh sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai Syariat Islam.
