liputaninvestigasi.com – Dinas Perhubungan Aceh memastikan seluruh korban yang terdampak dalam insiden di KMP Aceh Hebat 2 telah mendapatkan...
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta pihak Politeknik Pelayaran Malahayati guna memastikan penanganan korban dan kelancaran pelayanan transportasi laut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, insiden tersebut terjadi pada Jumat (12/6/2026) setelah KMP Aceh Hebat 2 tiba di Pelabuhan Ulee Lheue dari Sabang sekitar pukul 09.40 WIB. Setelah seluruh penumpang dan kendaraan selesai diturunkan, sebanyak 16 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati melakukan kunjungan praktik lapangan di atas kapal.
Kegiatan praktik tersebut berlangsung di ruang mesin dan dipandu langsung oleh Kepala Kamar Mesin (KKM), Agus Widodo. Saat berlangsungnya pengenalan salah satu perangkat kapal berupa sistem Electro Motor Hydraulic pada pintu kedap otomatis, diduga terjadi letupan yang menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, terdiri dari 14 taruna dan satu orang KKM.
“Penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak yang berwenang. Saat ini fokus utama kami adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang terbaik,” ujar Teuku Faisal.
Usai kejadian, seluruh korban segera dievakuasi dari ruang mesin menuju Pos Kesehatan Pelabuhan untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Sebagai bentuk tanggung jawab, PT ASDP Indonesia Ferry disebut telah menyatakan kesiapannya untuk menanggung seluruh biaya yang timbul akibat perawatan para korban.
Sementara itu, KSOP Malahayati telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Dari hasil pengecekan sementara, dugaan insiden mengarah pada gangguan pada sistem hidrolik kapal. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Teuku Faisal menjelaskan bahwa kondisi KMP Aceh Hebat 2 secara umum masih dalam keadaan baik. Kapal tersebut bahkan telah dipindahkan ke dermaga lain agar tidak mengganggu aktivitas pelayanan kapal berikutnya di Pelabuhan Ulee Lheue.
Untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan selama proses penanganan dan pemeriksaan berlangsung, operasional lintasan Ulee Lheue–Balohan sementara dilayani oleh KMP BRR.
“Pelayanan penyeberangan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju maupun dari Sabang tidak mengalami kendala,” katanya.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan juga menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan berharap seluruh korban dapat segera pulih serta kembali beraktivitas seperti biasa.
Dishub Aceh menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi para korban, mengawal proses investigasi, serta memastikan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat tetap aman, lancar, dan optimal.***
