Aceh Utara/liputaninvestigasi.com - Jembatan beton yang menghubungkan SMP Negeri 2 Baktiya dan SD Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, ...
Aceh Utara/liputaninvestigasi.com- Jembatan beton yang menghubungkan SMP Negeri 2 Baktiya dan SD Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, ambruk dan kini menjadi ancaman bagi keselamatan siswa, guru, serta masyarakat yang melintas di kawasan pendidikan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (23/6/2026), Akses tersebut selama ini menjadi jalur utama yang digunakan warga untuk antar jemput anak ke sekolah. Terlihat bagian badan jembatan mengalami kerusakan hingga membentuk lubang besar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Sejumlah warga menduga ambruknya jembatan dipicu oleh kendaraan pengangkut material proyek revitalisasi SDN 1 Baktiya yang melintas dengan muatan berat. Saat ini, sekolah tersebut sedang menjalani pekerjaan revitalisasi senilai sekitar Rp 2,6 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Seorang warga berinisial Y mengatakan, kondisi jembatan yang rusak sangat membahayakan keselamatan pelajar. Ia khawatir kerusakan akan semakin parah apabila tidak segera ditangani.
"Setiap hari siswa dan guru melintas di sini. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin akan terjadi kecelakaan. Kami berharap pemerintah dan pihak yang bertanggung jawab segera melakukan perbaikan," ujarnya.
Menurut Y, persoalan tersebut juga telah dibahas antara pihak sekolah dan komite. Namun hingga kini belum ada langkah perbaikan permanen yang dilakukan.
"Kalau hanya dibiarkan, lubang akan semakin besar dan bisa memakan korban. Yang dibutuhkan sekarang adalah perbaikan menyeluruh, bukan sekadar penanganan sementara," katanya.
Kepala SMPN 2 Baktiya, Zulyaden, membenarkan bahwa jembatan yang berada di area pintu masuk sekolah tersebut telah ambruk. Menurutnya, kerusakan terjadi setelah kendaraan pengangkut material proyek pembangunan SDN 1 Baktiya melintas di atas jembatan.
"Benar, jembatan itu ambruk. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak SDN 1 Baktiya dan berharap segera ada langkah perbaikan karena akses tersebut digunakan oleh banyak orang setiap hari," kata Zulyaden.
Ia menambahkan, pihak sekolah berkomitmen mendukung upaya perbaikan agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin.
Sementara itu, Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Baktiya dan Baktiya Barat, Mursa Lisna, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan. Hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SDN 1 Baktiya maupun Dinas Pendidikan Aceh Utara terkait mekanisme perbaikan serta pihak yang akan bertanggung jawab atas kerusakan jembatan tersebut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna memberikan penjelasan yang berimbang kepada publik. Pewarta (Munawir)
