Aceh Utara/liputaninvestigasi.com- Program pembangunan rumah hunian tetap (huntap) bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk masyarakat terda...
Aceh Utara/liputaninvestigasi.com-Program pembangunan rumah hunian tetap (huntap) bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk masyarakat terdampak di Desa Bujok, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, mulai menuai sorotan.
Sejumlah warga mempertanyakan kualitas pekerjaan pada beberapa unit rumah yang baru diresmikan tersebut. Keluhan utama tertuju pada kondisi lantai keramik yang dinilai tidak rata dan diduga mengalami penurunan akibat timbunan dasar yang tidak padat.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sejumlah titik pada lantai terasa kosong ketika diinjak dan terlihat bergelombang.
“Kalau diinjak terasa seperti ada rongga di bawah keramik. Akibatnya lantai tidak rata dan ada yang terlihat miring,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Warga menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar di kemudian hari apabila tidak segera ditangani. Mereka khawatir penerima bantuan harus menanggung biaya tambahan untuk melakukan perbaikan secara mandiri.
Padahal, kata warga, rumah hunian tetap dibangun untuk membantu masyarakat terdampak mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman. Karena itu, kualitas pekerjaan konstruksi dinilai harus menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai bantuan untuk rakyat justru menyisakan persoalan baru. Rumah ini seharusnya benar-benar layak huni dan dibangun sesuai standar,” kata seorang warga lainnya.
Sebelumnya, sebanyak 100 unit huntap bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi telah diresmikan oleh Bupati Aceh Utara bersama pihak yayasan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Baktiya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan yang dikeluhkan warga. Evaluasi dianggap penting untuk memastikan seluruh rumah yang telah diserahkan memenuhi standar mutu dan keselamatan bangunan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak pelaksana maupun vendor terkait dugaan ketidaksesuaian kualitas pekerjaan tersebut. Media ini membuka ruang klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan. Pewarta (Munawir)
