Bireuen/liputaninvestigasi.com- Warga Gampong Cot Bada Barat, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengeluhkan pasokan air PDAM Krueng Pe...
Bireuen/liputaninvestigasi.com-Warga Gampong Cot Bada Barat, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengeluhkan pasokan air PDAM Krueng Peusangan yang dilaporkan mati total selama tiga hari berturut-turut. Gangguan ini disebut menyulitkan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari warga.
Sejumlah warga menduga gangguan dipicu masalah teknis pada jaringan distribusi, namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebabnya. Warga juga mengaku belum memperoleh informasi terkait langkah penanganan maupun perkiraan waktu layanan kembali normal.
Seorang ibu rumah tangga di Cot Bada Barat berinisial DS mengatakan, gangguan pasokan air berdampak langsung pada aktivitas keluarga.
“Kalau air mati, kami susah masak, mandi anak-anak, sampai cuci baju. Semua jadi tertunda karena tidak ada air sama sekali,” paparnya Senin, (18/05/2026).
Kondisi tersebut membuat sebagian keluarga terpaksa menunda pekerjaan rumah tangga dan mengatur ulang prioritas penggunaan air. Persediaan air yang sempat ditampung di rumah cepat habis, terutama ketika dipakai untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan memasak.
Ibu rumah tangga itu menambahkan, air cadangan yang ada tidak cukup untuk menutup kebutuhan harian. “Air tampungan cepat sekali habis. Akhirnya bersih-bersih dan cuci-cuci kami tunda,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari mandi hingga memasak. Mereka menyatakan bingung karena tidak ada informasi yang jelas mengenai sumber gangguan, apakah terkait perbaikan jaringan, kerusakan pompa, atau kendala teknis lainnya. Minimnya penjelasan membuat warga hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut yang belum tentu akurat.
Warga menilai layanan air bersih semestinya disertai pemberitahuan, terutama jika ada perbaikan atau gangguan yang berlangsung lebih dari satu hari. Menurut mereka, informasi yang memadai akan membantu keluarga menyiapkan cadangan air dan mengatur kebutuhan rumah tangga. Warga berharap ada tindak lanjut cepat agar aktivitas sehari-hari tidak terus-menerus terganggu.
Warga juga berharap manajemen PDAM merespons cepat dan memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan. Mereka juga meminta informasi rinci terkait wilayah yang terdampak, perkiraan waktu perbaikan, serta proyeksi kapan pasokan air kembali normal. Menurut warga, kejelasan tersebut penting agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Dengan adanya informasi yang jelas akan membantu keluarga mengantisipasi kebutuhan air. “Kalau ada penjelasan yang terbuka, kami bisa siap-siap menampung air atau cari alternatif. Transparansi itu penting supaya tidak timbul kebingungan dan spekulasi di masyarakat,” ujarnya.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kelancaran aktivitas masyarakat. Warga Gampong Cot Bada Barat berharap gangguan ini segera ditangani secara cepat dan terukur. Mereka juga berharap layanan kembali stabil dan dapat diandalkan agar kebutuhan harian tidak terus terganggu.
Media telah melakukan upaya konfirmasi kepada Plt Direktur PDAM Krueng Peusangan, Khairul Mahbub, melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum memberikan respons. (Juliadi)
