liputaninvestigasi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menunjukkan komitmennya dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih da...
liputaninvestigasi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menunjukkan komitmennya dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI), yang berlangsung di Gedung Utama DPRA, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Zulfadhli, A.Md, unsur pimpinan dan anggota fraksi DPRA, serta pimpinan DPRK dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia hadir Kepala Satgas I.1 Harun Hidayat mewakili Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I bersama tim supervisi lainnya.
Rapat koordinasi ini digelar sebagai tindak lanjut surat KPK-RI Nomor B/2717/KSP.00/70-72/05/2026 tertanggal 6 Mei 2026 terkait penguatan koordinasi dan pengawasan dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi di daerah.
Ketua DPRA Zulfadhli dalam sambutannya menegaskan bahwa langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting dibandingkan penindakan setelah terjadinya pelanggaran hukum.
Menurutnya, penguatan integritas harus dimulai dari seluruh unsur penyelenggara pemerintahan, termasuk lembaga legislatif.
Ia menyampaikan bahwa DPRA siap menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan demi menciptakan pembangunan yang akuntabel dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“DPRA berkomitmen mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi demi terciptanya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ujar Zulfadhli.
Dalam forum tersebut, para peserta juga mendapatkan pemaparan dari tim KPK-RI terkait strategi pencegahan korupsi, penguatan pengawasan pelayanan publik, hingga pentingnya sinergi antarlembaga legislatif dalam menjaga integritas pemerintahan daerah.
Selain sesi pemaparan, kegiatan turut diisi dengan diskusi dan tanya jawab antara peserta dan tim KPK-RI mengenai berbagai tantangan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih di tingkat daerah.
Di akhir kegiatan, Ketua DPRA menyampaikan apresiasi kepada KPK-RI dan seluruh pimpinan DPRK se-Aceh yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut. Ia berharap semangat kolaborasi dan integritas terus diperkuat demi masa depan Aceh yang lebih maju.
Menurutnya, kemajuan daerah hanya dapat diwujudkan apabila seluruh unsur pemerintahan menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen dalam melayani masyarakat.
