Bireuen/Liputaninvestigasi.com – Ketua DPW Partai Gema Bangsa Provinsi Aceh, Hamdani Hamid, memimpin langsung rapat koordinasi daerah (rakor...
Bireuen/Liputaninvestigasi.com – Ketua DPW Partai Gema Bangsa Provinsi Aceh, Hamdani Hamid, memimpin langsung rapat koordinasi daerah (rakorda) Partai Gema Bangsa Kabupaten Bireuen yang digelar di Aula Sekdakab Lama, pada pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan penguatan kelembagaan menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan faktual menuju Pemilu 2029.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Wilayah Aceh Ilyas M. Harun, Faisal Jamaluddin Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), serta jajaran pengurus DPD Partai Gema Bangsa Bireuen, di antaranya Ketua Marzuki, Wakil Ketua Saifullah, Sekretaris Fathiah, Wakil Sekretaris Cut Nurmalisah, Bendahara Nurdiana, dan Wakil Bendahara Rijalul Ihsan.
Selain itu, rakorda ini juga diikuti oleh ketua, sekretaris, dan bendahara dari 17 kecamatan atau DPC partai gema bangsa se-Kabupaten Bireuen.
Dalam arahannya, Hamdani Hamid menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan Partai Gema Bangsa dalam menghadapi verifikasi sebagai syarat mengikuti Pemilu 2029.
“Kita harus memastikan struktur partai kuat dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Ini penting agar kita bisa lolos verifikasi dan menjadi peserta pemilu,” tegas Hamdani.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua DPD Bireuen, Marzuki, yang dinilai berhasil membangun struktur partai hingga ke 17 kecamatan meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Menyusun struktur partai itu tidak mudah. Hari ini ada yang bergabung, besok lain lagi ceritanya menghilang tanpa kabar alasan sehingga kita asik tambal sulam kepengurusan dan yang paling fatal keluar tanpa pemberitahuan, Tapi dengan kerja keras dan komitmen, DPD Partai GEMA Bangsa Bireuen mampu membentuk struktur lengkap di 17 kecamatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hamdani Hamid menyoroti kondisi politik yang masih diwarnai praktik politik uang, yang menurutnya kerap mengalahkan tokoh-tokoh potensial yang memiliki kapasitas namun tidak memiliki kekuatan finansial.
“Banyak tokoh yang sebenarnya mampu, tapi kalah karena tidak punya uang. Ini realitas politik kita hari ini yang harus kita ubah,” katanya.
Menurutnya, Partai Gema Bangsa hadir sebagai respons atas dinamika politik yang belum stabil, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk persoalan pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.
Ia menegaskan, perubahan hanya bisa dilakukan melalui jalur politik, dan partai politik menjadi alat utama untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Kalau kita ingin mengubah negeri ini, maka kita harus berpolitik. Dan partai politik adalah alatnya. Di sinilah kita berkumpul untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Hamdani juga menambahkan bahwa Partai Gema Bangsa mengusung sistem desentralisasi dalam pengelolaan organisasi, di mana daerah diberikan ruang lebih luas untuk mengatur strategi politik sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Gema Bangsa Bireuen, Marzuki, menyatakan kesiapan jajarannya untuk terus memperkuat struktur dan soliditas partai hingga ke tingkat kecamatan hingga ke desa di wilayah kabupaten Bireuen.
"Acara pelantikan pengurus DPD Bireuen ini diharapkan menjadi titik awal penguatan mesin partai secara menyeluruh, sehingga Partai Gema Bangsa dapat tampil sebagai kekuatan politik baru yang diperhitungkan pada Pemilu 2029"pungkasnya. (Taufiq)
