liputaninvestigasi.com – Polemik terkait keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali menjadi sorotan publik. Wakil Ketua DPR...
liputaninvestigasi.com – Polemik terkait keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali menjadi sorotan publik. Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menegaskan bahwa persoalan tersebut harus segera diselesaikan melalui dialog terbuka antara pihak eksekutif dan legislatif.
Menurut Daniel, komunikasi yang terbuka dan konstruktif menjadi kunci untuk meredam kegaduhan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai, tarik-menarik kepentingan dalam pengelolaan program kesehatan tidak boleh berdampak pada hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan medis.
“JKA bukan sekadar program pemerintah, tetapi menyangkut kebutuhan mendasar masyarakat Aceh,” tegasnya. Rabu (8/4/2026).
Ia mengingatkan bahwa dalam situasi Aceh yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana ekologis dan tekanan ekonomi, keberadaan JKA menjadi sangat vital. Karena itu, kebijakan apa pun yang berpotensi membatasi akses layanan kesehatan dinilai harus dipertimbangkan secara matang.
Daniel juga menekankan bahwa eksekutif dan legislatif memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan program tersebut. Ia mendorong agar kedua pihak segera duduk bersama untuk mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa polemik ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan ketidakpastian di sektor pelayanan kesehatan. Jika tidak ditangani dengan serius, kondisi tersebut bisa berdampak langsung pada meningkatnya beban masyarakat dalam mengakses layanan medis.
Dalam pandangannya, JKA harus tetap dipertahankan sebagai instrumen perlindungan sosial, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Ia juga mengingatkan bahwa program tersebut memiliki dasar hukum dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin kesehatan publik.
“Yang dipertaruhkan bukan hanya kebijakan, tetapi keselamatan dan kesejahteraan rakyat Aceh,” ujarnya.
