Yogyakarta/liputaninvestigasi.com- Ikatan Keluarga Mahasiswa Aceh Bireuen (IKMAB) Yogyakarta menggelar Musyawarah Besar (Mubes) II di Aula...
Yogyakarta/liputaninvestigasi.com-
Ikatan Keluarga Mahasiswa Aceh Bireuen (IKMAB) Yogyakarta menggelar Musyawarah Besar (Mubes) II di Aula Balee Gadeng, Sagan, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan arah gerak organisasi yang baru memasuki usia satu tahun.
Mengusung tema “Lam Mufakat Syedara Ta Peukong”, yang berarti “dalam mufakat, saudara saling menopang”, kegiatan ini menekankan pentingnya kebersamaan dan kesepakatan dalam menjaga keberlanjutan organisasi mahasiswa daerah di perantauan.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak siang hari dengan memasak bersama kuliner khas Bireuen, seperti sie itek dan mie caluk. Kegiatan tersebut menjadi simbol upaya mempererat hubungan antarmahasiswa Aceh Bireuen sebelum memasuki agenda utama musyawarah pada malam hari.
Ketua panitia pelaksana, Nawal Aska, mengatakan Mubes II tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang refleksi untuk menentukan langkah strategis organisasi ke depan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, khususnya teman-teman IKMAB Jogja yang selalu menunjukkan antusiasme, serta kepada Bapak Muslim, M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Tgk. Nurdin M. Juddon (Abi Nas Jeunib) selaku anggota DPD Aceh, dan PT Pintu Investama Nusantara,” ujar Aska. Senin (27/4/2026)
Ia menilai tingginya partisipasi anggota, termasuk mahasiswa yang berada di luar Yogyakarta, menunjukkan adanya komitmen kolektif untuk menjaga eksistensi organisasi.
“Forum ini tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Yang dibutuhkan adalah langkah konkret untuk memastikan organisasi terus berkembang,” katanya.
Sementara itu, Ketua IKMAB Yogyakarta Khairil Anwar menyampaikan bahwa organisasi tersebut resmi berdiri pada 10 Maret 2025 atas inisiatif mahasiswa asal Kabupaten Bireuen yang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Menurut dia, dalam satu tahun terakhir IKMAB Jogja mulai mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, meski masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan organisasi.
“Harapannya, siapa pun yang akan memimpin pada periode berikutnya mampu membawa IKMAB Jogja lebih terhubung dengan berbagai organisasi mahasiswa lain di Yogyakarta. Dari situ diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat memperkuat peran organisasi,”
Mubes II turut dihadiri sejumlah paguyuban mahasiswa Aceh di Yogyakarta, seperti Taman Pelajar Aceh (TPA) Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Aceh Barat (IKAMABAR) Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa dan Mahasiswi Aceh Tenggara (IKAMARA) Yogyakarta, serta perwakilan Asrama Sabena.
Kehadiran berbagai organisasi tersebut dinilai menjadi sinyal kuatnya solidaritas antarmahasiswa Aceh di Yogyakarta sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.
"Melalui Mubes II ini, IKMAB Jogja berupaya menegaskan komitmennya untuk berkembang menjadi organisasi yang lebih terstruktur, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa Aceh di perantauan" Pungkasnya
