liputaninvestigasi.com – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung Forum Komunikasi Koperasi Desa ...
liputaninvestigasi.com – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung Forum Komunikasi Koperasi Desa Merah Putih (Forkom KDMP) sebagai penggerak utama ekonomi berbasis gampong di ibu kota provinsi tersebut. Jumat (24/4/2026).
Menurut Irwansyah, koperasi desa tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai entitas ekonomi tradisional, melainkan harus ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Dalam konteks itu, Forkom KDMP dinilai memiliki peran sentral untuk mengonsolidasikan potensi ekonomi lokal agar lebih terstruktur, produktif, dan berkelanjutan.
“Penguatan koperasi desa merupakan langkah konkret dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Forkom KDMP harus mampu menjadi simpul penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil di tingkat gampong,” ujar Irwansyah.
Ia juga mengungkapkan bahwa dukungan DPRK tidak hanya bersifat normatif, tetapi diarahkan pada upaya konkret, termasuk menjalin komunikasi dengan lembaga keuangan seperti Pegadaian guna membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi koperasi desa.
Langkah tersebut, lanjutnya, penting agar koperasi tidak mengalami stagnasi akibat keterbatasan modal, sekaligus mendorong transformasi ekonomi gampong yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua Forkom KDMP Banda Aceh, Zulkarnain M. Isa, menyambut positif dukungan legislatif tersebut. Ia menilai keterlibatan DPRK menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisi koperasi desa, terutama dalam membangun jejaring kemitraan dengan berbagai pihak.
Di sisi lain, Irwansyah turut menyoroti sejumlah tantangan teknis yang masih dihadapi di lapangan, termasuk ketentuan pembangunan gerai koperasi yang dinilai belum sepenuhnya fleksibel. Ia mendorong adanya penyesuaian kebijakan agar pembangunan dapat mengoptimalkan aset yang telah dimiliki gampong, tanpa harus terbebani oleh persyaratan yang kaku.
Selain itu, ia juga mengusulkan sinergi antara Dana Desa dan dukungan lembaga keuangan sebagai alternatif sumber permodalan koperasi. Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Irwansyah menegaskan, keberhasilan Forkom KDMP tidak hanya ditentukan oleh kapasitas internal organisasi, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi lintas sektor.
“Diperlukan komunikasi yang intens dan berkelanjutan antara koperasi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis ekonomi gampong akan tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.
