liputaninvestigasi com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, memimpin Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka...
liputaninvestigasi com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, memimpin Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh, Rabu (22/04/2026).
Rapat yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut digelar dengan nuansa adat Aceh, di mana para peserta mengenakan pakaian tradisional. Irwansyah turut didampingi Wakil Ketua I Daniel Abdul Wahab dan Wakil Ketua II Dr. Musriadi. Turut hadir Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah.
Dalam sambutannya, Irwansyah menegaskan bahwa DPRK sebagai representasi kedaulatan rakyat berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam mengawal kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, serta memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan.
“Kemajuan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kokoh, kolaborasi yang luas, serta inovasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Irwansyah.
Ia juga mengakui bahwa tantangan pembangunan ke depan masih cukup kompleks, mulai dari persoalan transportasi, infrastruktur jalan, pengelolaan sampah, mitigasi bencana, hingga pengentasan kemiskinan dan berbagai isu sosial lainnya. Namun demikian, menurutnya, tantangan tersebut harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih terarah dan serius.
“Dengan semangat kebersamaan yang menjadi karakter masyarakat Banda Aceh, kita harus optimis setiap persoalan dapat diselesaikan secara bertahap dan tuntas,” tambahnya.
Lebih lanjut, DPRK Banda Aceh akan terus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang menyentuh langsung ke akar rumput. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan bermutu, layanan kesehatan yang prima, perluasan lapangan kerja, serta pembangunan lingkungan yang asri dan berkelanjutan.
Irwansyah menegaskan bahwa Banda Aceh tidak hanya dituntut berkembang secara fisik, tetapi juga harus menjadi kota yang santun, berbudaya, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.
Momentum hari jadi ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa Banda Aceh adalah rumah bersama yang kemajuan dan keberlanjutannya merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, sektor swasta, akademisi, serta TNI dan Polri untuk memperkuat kerja nyata dan inovasi dalam satu orkestrasi yang selaras,” ujarnya.
Sejalan dengan tema HUT ke-821, DPRK Banda Aceh menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi sebagai fondasi menuju kota yang lebih maju, aman, nyaman, dan sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, DPRK juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh atas berbagai capaian strategis, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, keterbukaan informasi, dan pelayanan publik.
“Capaian ini bukan sekadar prestasi administratif, tetapi menjadi indikator kemajuan tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ungkapnya.
Selain itu, DPRK Banda Aceh juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh elemen masyarakat, TNI, Polri, pelaku usaha, dan akademisi atas kontribusi nyata dalam menjaga kondusivitas serta mendorong kemajuan kota.
Di akhir sambutannya, Irwansyah menyampaikan penghormatan kepada para tokoh pendiri dan pendahulu Kota Banda Aceh atas jasa dan pengabdian yang telah meletakkan fondasi pembangunan kota.
“Berkat perjuangan dan pengorbanan para pendahulu, Banda Aceh terus tumbuh menjadi kota yang kita banggakan hari ini,” tutupnya.[]
