liputaninvestigasi.com – Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian RI, Hermanto, mengapresiasi peran Anggota...
liputaninvestigasi.com – Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian RI, Hermanto, mengapresiasi peran Anggota Komisi IV DPR RI, Teuku Abdul (TA) Khalid, dalam mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) lahan pertanian dan perkebunan pascabanjir di Aceh.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi percepatan pelaksanaan kegiatan prasarana dan sarana pertanian dan perkebunan tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Kamis (30/04/2026).
Dalam sambutannya, Hermanto menilai TA Khalid memiliki peran aktif dalam memantau perkembangan di lapangan. Ia menyebut, komunikasi intens yang dilakukan TA Khalid turut membantu Kementerian Pertanian dalam mempercepat proses penanganan pascabencana.
“Beliau terus berkoordinasi dan menyampaikan perkembangan riil di lapangan, sehingga Kementerian Pertanian dapat bergerak lebih cepat dalam proses rehabilitasi lahan pertanian pascabanjir di Aceh,” ujar Hermanto.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Ditjen LIP Kementan RI Dede Sulaiman, Pj. Swasembada Pangan Aceh Agus Susanto, Kepala BBRMP Aceh Firdaus, serta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia. Selain itu, hadir pula para kepala dinas pertanian kabupaten/kota se-Aceh, kepala bidang prasarana dan sarana pertanian (PSP), serta tim teknis pelaksana dari TNI.
Sementara itu, TA Khalid dalam sambutannya menegaskan pentingnya penerapan skema swakelola dalam pelaksanaan program rehab-rekon. Menurutnya, skema tersebut memungkinkan penerapan program Cash for Work (padat karya tunai) yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat terdampak bencana.
“Melalui skema swakelola, program Cash for Work dapat berjalan dan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat korban banjir,” kata TA Khalid.
Ia juga menyebutkan bahwa program Cash for Work di Aceh dalam penanganan pascabanjir telah lebih dahulu dijalankan oleh Kementerian Pertanian. Bahkan, dirinya bersama Menteri Pertanian turun langsung ke lokasi terdampak di Aceh Utara pada tahap awal penanganan.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak terkait, diharapkan proses rehabilitasi lahan pertanian di Aceh dapat berjalan optimal serta mampu memulihkan produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
