Bireuen/liputaninvestigasi.com- Program rehabilitasi hutan dan lahan yang semestinya menjadi harapan pemulihan lingkungan justru menyisakan ...
Bireuen/liputaninvestigasi.com-Program rehabilitasi hutan dan lahan yang semestinya menjadi harapan pemulihan lingkungan justru menyisakan ironi. Diduga Ribuan bibit tanaman yang bersumber dari anggaran negara diduga dibuang ke sungai di Desa Panton Bili, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen.
pemantauan langsung di lokasi pada Rabu (15/4/2026). Di sekitar area pembibitan, terlihat jelas sejumlah bibit tanaman seperti pinang, jengkol, dan petai sayur di buang di tepi aliran sungai kecil yang berada tak jauh dari lahan penyemaian.
Padahal, berdasarkan data yang dihimpun, program Kebun Bibit Rakyat (KBR) tahun anggaran 2025 yang bersumber dari APBN seratus juta mengalokasikan ribuan bibit untuk masyarakat. Rinciannya mencapai 5.000 batang pinang, 5.000 batang jengkol, dan 20.000 batang petai sayur. Program ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan berbasis masyarakat di bawah koordinasi lembaga pengelola daerah aliran sungai.
Keuchik Desa Panton Bili, Tarmizi, mengaku tidak mengetahui adanya pembuangan bibit ke sungai. Ia menyebut pihak desa telah berulang kali mengumumkan kepada masyarakat untuk mengambil bibit yang tersedia.
“Kalau bibit yang dibuang ke sungai saya tidak tahu informasi. Tapi sudah beberapa kali diumumkan di meunasah agar masyarakat mengambil bibit tersebut. Untuk lebih lanjut, bisa tanya ke ketua kelompok,” ujarnya
Ketua Kelompok Kops Aneuk Rimba, Bahagia. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ia mengakui, Terkait pembuangan bibit memang dilakukan. bahkan, tindakan itu disebut terjadi dua hari sebelum pemeriksaan dari tim terkait.
“Bibit kita cabut hari Kamis karena harus dikosongkan lahan. Hari Sabtu ada pemeriksaan dari dinas Banda Aceh,” ungkapnya.
![]() |
| Ratusan bibit pinang dan petai sayur siap tanam dibuang di tepi sungai dekat dengan lokasi penyemayaan. |
Ia juga mengakui bahwa distribusi bibit kepada masyarakat mengalami keterlambatan. Menurutnya, bibit seharusnya sudah dibagikan sebelum bulan puasa.
“telah membagikan bibit pada 20 Desember 2025 kepada masyarakat sebagian, sisanya baru kita bagikan bulan ini, Ini pun sudah lambat, seharusnya sebelum puasa harus habis” katanya singkat (nadar)

