liputaninvestigasi.com – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan merealis...
liputaninvestigasi.com – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan merealisasikan program pembangunan rumah layak huni pada tahun anggaran 2026.
Melalui skema pokok-pokok pikiran (pokir) DPRK, politisi Partai Amanat Nasional tersebut menghadirkan lima unit rumah bagi warga kurang mampu yang tersebar di Kecamatan Ulee Kareng dan Kecamatan Syiah Kuala.
Program ini menyasar masyarakat yang selama ini hidup dalam kondisi hunian tidak layak, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara menyeluruh.
Musriadi menyampaikan bahwa realisasi program ini merupakan hasil sinergi antara DPRK dan Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Ia memastikan seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan dan data yang digunakan telah terintegrasi secara resmi.
“Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi bagaimana menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan tersebut tersebar di sejumlah gampong, di antaranya Pango Deah, Pango Raya, Ilie, Ceurih, Lamteh, serta Alue Naga yang berada di wilayah Kecamatan Syiah Kuala. Selain pembangunan unit baru, program ini juga mencakup perbaikan rumah dengan kondisi rusak berat.
Menurut Musriadi, program rumah layak huni ini berasal dari aspirasi masyarakat yang diserap saat kegiatan reses tahun 2025. Usulan tersebut kemudian diperjuangkan melalui perencanaan di tingkat daerah hingga akhirnya masuk dalam program prioritas pembangunan.
Ia menegaskan bahwa rumah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang membangun keluarga dan meningkatkan kesejahteraan.
“Hunian yang layak adalah kebutuhan dasar. Kami ingin masyarakat bisa hidup lebih tenang, sehat, dan bermartabat,” tegasnya.
Program ini diharapkan dapat terus berlanjut ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.
