Bireuen/Liputaninvestigasi.com – Pembentukan panitia pembangunan Masjid Besar At-Taqwa Gandapura berlangsung khidmat dengan dihadiri berbag...
Bireuen/Liputaninvestigasi.com – Pembentukan panitia pembangunan Masjid Besar At-Taqwa Gandapura berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur tokoh agama, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Imum Syik Gandapura Tgk Waled Burhanuddin, Ketua APDESI Gandapura Keuchik Mauliadi, Ketua BKAD Keuchik Rijalul Fadli, Wakil Ketua DPRK Bireuen Surya Darma dari Partai Kebangkitan Bangsa, serta Ketua Komisi IV DPRK Bireuen Hidayatul Siddiq dari Partai Golkar. Dan juga oleh Perwakilan KUA Gandapura
Selain itu, hadir pula babinsa dan bhabinkamtibmas Gandapura, Mukim Gandapura Barat Usman Kelana, mukim Buket Antara bukhari, mukim Buket Rata syarifuddin, para keuchik di wilayah Gandapura, para Tgk Imum Gampong, Ketua Tuha Peut, unsur ASPIGA Gandapura, serta tokoh masyarakat lainnya.
Dalam musyawarah yang berlangsung di dalam masjid tersebut selesai shalat terawih bersama di mesjid besar at taqwa gandapura, disepakati pembentukan panitia kecil pembangunan. Dalam forum itu, Surya Darma ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid At-Taqwa Gandapura. Ia akan didampingi oleh Hidayatul Siddiq dan Syahrizal Agani, yang juga merupakan anggota DPRK dari daerah pemilihan Gandapura,Makmur dan kutablang.
Panitia kecil tersebut turut didampingi unsur keamanan dan pendamping desa, di antaranya Babinsa dari Koramil Gandapura dan Bhabinkamtibmas dari Polsek Gandapura.
Dalam tahap awal, pembangunan yang akan dilaksanakan adalah pembangunan pagar Masjid At-Taqwa Gandapura dengan anggaran sekitar Rp1 miliar yang bersumber dari aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Ceulagik.
Dalam sambutannya, Surya Darma menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat Gandapura yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin panitia pembangunan masjid tersebut.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Masjid At-Taqwa Gandapura sudah cukup lama mengalami kevakuman, sehingga sangat disayangkan apabila berbagai persoalan internal menghambat kelanjutan pembangunan rumah ibadah tersebut.
“Pembangunan masjid ini sudah lama vakum. Sangat disayangkan apabila kisruh yang terjadi sebelumnya menghambat pembangunan. Banyak sedekah dari masyarakat yang tidak dapat dimanfaatkan karena tidak adanya ketua panitia pembangunan,” ujarnya dihadapan forum senin 09 maret 2026 .
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum bulan suci Ramadhan sebagai waktu memperbaiki hubungan serta menyatukan kembali komitmen membangun masjid bersama.
“Di bulan Ramadhan ini kita harus saling memaafkan. Jika ada kesalahan sebelumnya, mari kita selesaikan dengan baik dan bersama-sama bertanggung jawab agar persoalan yang terjadi tidak lagi berlarut-larut,” kata Surya Darma.
Ia juga berharap seluruh tokoh masyarakat dapat hadir dalam setiap rapat lanjutan agar proses pembangunan masjid dapat berjalan secara transparan dan maksimal.
Dalam pertemuan tersebut, panitia lama yang diwakili oleh Ismail Adam dan A Thaleb juga hadir. Dalam pernyataannya, Thaleb menyampaikan kesiapannya untuk mempertanggungjawabkan seluruh amanah yang pernah diembannya, hingga pertanggungjawaban dunia dan akhirat.
Rapat yang berlangsung penuh kekeluargaan itu ditutup dengan momen saling bermaafan antara Ismail Adam dan Keuchik A Thaleb di hadapan para tokoh masyarakat dan jamaah masjid.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, berbagai persoalan yang sebelumnya sempat menimbulkan kisruh dalam pembangunan Masjid At-Taqwa Gandapura dinyatakan telah selesai. Seluruh pihak sepakat untuk kembali bersatu dan bersama-sama mendukung kelanjutan pembangunan masjid demi kepentingan umat dan masyarakat Gandapura (taufiq)
