Bireuen/Liputaninvestigasi.com- Acara penutupan Festival Ramadhan ISMA Makmur ke-14 berlangsung khidmat dan meriah di Meunasah Gampong Kuta ...
Bireuen/Liputaninvestigasi.com-Acara penutupan Festival Ramadhan ISMA Makmur ke-14 berlangsung khidmat dan meriah di Meunasah Gampong Kuta Barat, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat Kecamatan Makmur.
Plt Ketua ISMA Makmur Tgk Muhammad dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, para donatur, serta dukungan dari anggota DPRK dan DPRA.
Ia menjelaskan bahwa selama bulan Ramadhan, ISMA Makmur melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya Safari Ramadhan, Pawai Takbir, serta perlombaan Festival Ramadhan yang meliputi lima cabang lomba, yaitu Tahfidz 1 Juz, baca kitab Matan Taqrib, cerdas cermat, syarhil Qur’an, dan hafalan I’tiqad 70.
Sementara itu, anggota DPRK Bireuen Samsul Admi (Mentri) dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan keagamaan yang digagas oleh ISMA Makmur. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun.
“Ke depan kita berharap setiap awal tahun pelaksanaan kegiatan ISMA dapat dimasukkan dalam sistem perencanaan melalui SIPD agar biaya operasional kegiatan bisa terbantu melalui aspirasi. Saya siap membantu dan mendukung setiap kegiatan ISMA Makmur,” ujar Mentri.
Pada kesempatan yang sama, anggota DPRA Rusyidi Mukhtar (Ceulagiek) yang sekaligus menutup kegiatan tersebut juga menyampaikan pentingnya pembinaan santri secara berkelanjutan di Kabupaten Bireuen.
Ia meminta kepada Plt Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen agar mengusulkan kepada Bupati Bireuen terkait pembentukan wadah pembinaan santri.
“Beberapa daerah sudah membentuk ikatan santri untuk pembinaan generasi muda. Oleh karena itu saya meminta kepada Plt Kadis Syariat Islam agar mengusulkan kepada Bupati Bireuen agar organisasi santri yang sudah memiliki notaris ini dapat dibina, apakah melalui Dinas Syariat Islam atau Dinas Pendidikan Dayah,” kata Ceulagiek.
Menurutnya, santri merupakan ujung tombak perjuangan Islam dan memiliki peran penting dalam membangun generasi masa depan.
“Santri adalah ujung tombak perjuangan Islam untuk generasi ke depan. Karena itu mereka wajib dibina dengan baik. Saya juga siap membantu mendukung para santri,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua APDESI Makmur Keuchik Herizal dari Gampong Kuta Barat mengapresiasi pelaksanaan Festival Ramadhan ISMA Makmur yang dinilai sangat positif bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antara masyarakat, pemerintah, dan para santri di Kecamatan Makmur.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena menjadi ajang silaturahmi serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Festival Ramadhan ISMA Makmur yang telah memasuki tahun ke-14 ini diharapkan terus menjadi wadah pembinaan generasi muda Islam serta memperkuat syiar Islam di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Polsek Makmur, anggota DPRA dari Partai Aceh Rusyidi Mukhtar (Ceulagiek), anggota DPRK Bireuen dari Partai Aceh Samsul Admi (Mentri), Plt Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen Azmi, Sekcam Makmur Munzar Ali, Ketua Tastafi Makmur Tgk Abubakar Mon Ara, Ketua APDESI Makmur Keuchik Herizal, para keuchik se-Kecamatan Makmur, serta pimpinan dan dewan guru dari berbagai dayah di wilayah tersebut(Taufiq)
