Pengungsi Banjir Demo Kantor Bupati Bireuen, Ultimatum 10 Hari Harus Bangun Huntara dan Huntap

Liputaninvestigasi.com- Korban banjir dan tanah longsor menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, S...


Liputaninvestigasi.com-Korban banjir dan tanah longsor menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi ini diikuti para pengungsi dari sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Kuala Ceurape, Pante Lhong, Gampong Raya Dagang, Alue Kuta dan Kapa

Para demonstran yang sebagian besar masih tinggal di tenda pengungsian menuntut Pemerintah Kabupaten Bireuen segera memberikan kepastian terkait pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana banjir yang terjadi sejak November 2025 lalu.

Massa aksi yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen menilai penanganan pascabencana hingga kini masih lambat dan belum memberikan kepastian bagi para korban yang telah berbulan-bulan hidup di pengungsian.

Koordinator aksi, Halimah dari Sekolah Anti Korupsi (SAK), menegaskan bahwa para korban membutuhkan kepastian nyata, bukan sekadar janji dari pemerintah.

“Sudah hampir empat bulan para korban bertahan di tenda pengungsian. Kami mendesak Bupati Bireuen segera menandatangani rekomendasi pembangunan Huntara dan Huntap dalam waktu maksimal 10 hari, dan hunian tersebut harus mulai direalisasikan paling lambat 30 hari,” tegasnya dalam orasi.

Selain menuntut pembangunan hunian, koalisi juga meminta pemerintah membuka posko pendataan dan informasi bagi korban banjir secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas proses penyaluran bantuan serta data penerima manfaat.

Para demonstran juga meminta aparat penegak hukum ikut mengawasi proses penanganan banjir, termasuk penggunaan anggaran bantuan dan program pemulihan pascabencana, agar tidak terjadi penyimpangan.

Dalam aksi tersebut, suasana sempat emosional ketika salah seorang korban banjir, Suratinnur, warga Gampong Kapa, menyampaikan langsung penderitaan para pengungsi yang hingga kini belum mendapatkan kepastian tempat tinggal.

“Kami sudah trauma sebagai korban banjir. Jangan lagi hak kami untuk mendapatkan rumah hunian diabaikan. Kami butuh kepastian, bukan janji,” ujar Suratinnur dengan suara bergetar.

Ia juga mengkritik rencana pemerintah yang disebut-sebut menawarkan panti jompo sebagai tempat relokasi sementara bagi korban banjir. Menurutnya, solusi tersebut tidak tepat bagi keluarga yang membutuhkan hunian layak.

Menanggapi aksi tersebut, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bireuen turun langsung menemui massa, di antaranya Penjabat Sekda Bireuen Hanafiah, Asisten I Mulyadi, Asisten II Mawardi, Kepala Bappeda Dailami, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Fadhli.

Pihak pemerintah menyatakan akan mempercepat koordinasi dan proses administrasi pembangunan hunian bagi korban banjir. Namun pernyataan tersebut dinilai warga masih bersifat normatif dan belum memberikan kepastian waktu yang jelas.

Para demonstran menegaskan akan terus bertahan di halaman kantor bupati hingga ada kesepakatan tertulis dari pemerintah terkait kepastian pembangunan hunian bagi korban bencana.

Aksi demonstrasi tersebut mendapat pengawalan dari aparat keamanan dan berlangsung tertib. Hingga siang hari, massa masih bertahan di lokasi sebagai bentuk desakan kepada pemerintah agar segera menuntaskan penanganan pengungsi banjir di Kabupaten Bireuen. (Taufiq)

KOMENTAR

ADS

Name

BISNIS cinta terlarang DAERAH Dunia EKONOMI Hot News HUKUM KRIMINAL mancanegara NASIONAL OLAHRAGA OPINI PENDIDIKAN POLITIK RAGAM Sejarah
false
ltr
item
Liputan Investigasi: Pengungsi Banjir Demo Kantor Bupati Bireuen, Ultimatum 10 Hari Harus Bangun Huntara dan Huntap
Pengungsi Banjir Demo Kantor Bupati Bireuen, Ultimatum 10 Hari Harus Bangun Huntara dan Huntap
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEger4h4Vm2fBjoWIP4NMU-PSiU1SPzqBq-pk3a_Pt5mGYYhWICG_y5oSCaPgTlLf1sH3regsJB2ToMQijyTG08ZAY46XdbRcFpGqFo3oqdK_8328XZVW8KL6boIue2Ov6AvdXwQFGIYqfOFwkqB2sMY53nyOWZKOKbgY2Qzlk_6lFyLYv1crVfZsqosC8hr/s320/1002462068.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEger4h4Vm2fBjoWIP4NMU-PSiU1SPzqBq-pk3a_Pt5mGYYhWICG_y5oSCaPgTlLf1sH3regsJB2ToMQijyTG08ZAY46XdbRcFpGqFo3oqdK_8328XZVW8KL6boIue2Ov6AvdXwQFGIYqfOFwkqB2sMY53nyOWZKOKbgY2Qzlk_6lFyLYv1crVfZsqosC8hr/s72-c/1002462068.jpg
Liputan Investigasi
https://www.liputaninvestigasi.com/2026/03/pengungsi-banjir-demo-kantor-bupati.html
https://www.liputaninvestigasi.com/
https://www.liputaninvestigasi.com/
https://www.liputaninvestigasi.com/2026/03/pengungsi-banjir-demo-kantor-bupati.html
true
2259537535745442111
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DISARANKAN UNTUK DI BACA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy