liputaninvestigasi.com — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, meminta PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik tida...
liputaninvestigasi.com — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, meminta PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik tidak hanya selama bulan suci Ramadhan, tetapi juga tetap terjaga setelah Idulfitri. Ia menilai, kebutuhan energi masyarakat tidak menurun usai Ramadhan, melainkan tetap tinggi seiring aktivitas sosial dan ekonomi yang terus berlangsung.
Daniel mengapresiasi upaya PLN yang mampu menjaga stabilitas listrik selama Ramadhan. Namun, ia menegaskan bahwa konsistensi layanan tanpa pemadaman harus dipertahankan dalam periode pasca-lebaran, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat.
“Keberhasilan selama Ramadhan patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah keberlanjutan pelayanan setelahnya. Listrik merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa terganggu,” ujarnya. Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, listrik memiliki peran vital tidak hanya untuk mendukung ibadah selama Ramadhan, seperti tarawih dan aktivitas sahur, tetapi juga untuk menunjang kegiatan ekonomi, pelayanan publik, serta aktivitas rumah tangga sehari-hari setelahnya.
Daniel menekankan pentingnya kesiapan PLN dalam mengantisipasi potensi gangguan jaringan. Ia meminta langkah-langkah preventif diperkuat, termasuk pemeliharaan rutin, peningkatan kapasitas infrastruktur, serta kesiapsiagaan personel di lapangan.
“Setiap potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini. Jangan sampai terjadi pemadaman yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan sistem pemantauan dan respons cepat terhadap gangguan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara efektif tanpa berdampak luas kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Daniel menyebut bahwa kualitas layanan listrik menjadi salah satu tolok ukur utama pelayanan publik di sektor energi. Oleh karena itu, keandalan pasokan dan konsistensi layanan harus menjadi prioritas.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga stabilitas listrik dengan menggunakan energi secara bijak, terutama pada waktu beban puncak.
“Sinergi antara penyedia layanan dan masyarakat sangat penting agar kebutuhan listrik dapat terpenuhi secara optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
