Bireuen /liputaninvestigasi.com- Hasil verifikasi data korban banjir di Kabupaten Bireuen menuai keluhan dari sejumlah keuchik. Mereka menil...
Bireuen/liputaninvestigasi.com-Hasil verifikasi data korban banjir di Kabupaten Bireuen menuai keluhan dari sejumlah keuchik. Mereka menilai data hasil verifikasi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Keuchik Desa Pante Gajah, Fatlar, mempertanyakan petunjuk teknis (juknis) verifikasi yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia menyebutkan banyak warga terdampak banjir yang tidak masuk dalam kategori setelah proses verifikasi.
“Kami bingung dan serba salah dengan masyarakat. Bagaimana juknis verifikasi data yang dilakukan BPBD, karena banyak rumah yang terkena banjir tidak masuk setelah diverifikasi.untuk masuk katagori ringan pun tidak ada. Ada yang awalnya kategori parah menjadi ringan, yang sedang menjadi berat, bahkan ada yang terdampak tidak masuk kategori manapun,” ujar Fatlar Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan, Desa Pante Gajah memang terdampak banjir meskipun tidak separah desa lain. Namun, menurutnya, sejumlah rumah yangtersebut banjir dan lumpur justru ada yang tidak tercatat dalam hasil verifikasi.
Keuchik Fatlar berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen dapat melakukan verifikasi ulang agar sesuai dengan fakta di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat Pante Gajah yang merasa datanya tidak sesuai untuk segera mengajukan sanggahan.
“Kami sudah menyediakan surat sanggahan di masing-masing dusun. Silakan masyarakat menyampaikan keberatan agar bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD Kabupaten Bireuen belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut
