Bireuen/liputaninvestigasi.com -Gerakan Aliansi Masyarakat bireuen kembali mendesak DPRK Bireuen segera turun langsung ke lokasi pengungsian...
Koordinator aksi, Iskandar atau Tuih, menilai janji para anggota dewan untuk meninjau langsung kondisi korban belum menunjukkan realisasi. Ia menyebut sikap tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap penderitaan masyarakat.
“Ini sudah hari kedelapan puasa. Masyarakat masih tinggal di tenda. Sampai kapan DPRK Bireuen hanya diam? Jangan jadikan janji itu sekadar slogan,atau perlu kami gerak demo lagi” kecam Tuih, Kamis (26/2/2026).
Menurut dia, penanganan pascabencana juga dinilai tidak jelas arah. Mulai dari langkah pemulihan hingga pendataan korban yang disebut tidak transparan dan amburadul. Kondisi ini, kata dia, memicu kebingungan sekaligus memperburuk tekanan psikologis warga.
Ia mengungkapkan, warga di Kecamatan Peusangan dan Peudada bahkan telah turun ke jalan dan mendatangi kantor camat serta kantor kepala desa. Aksi tersebut dipicu kekecewaan terhadap hasil pendataan korban oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen yang dinilai tidak akurat.
“Ke mana lagi masyarakat harus mengadu? Apa fungsi DPRK Bireuen jika tidak hadir saat rakyat membutuhkan? Apakah harus menunggu perintah atasan baru bergerak?” ujarnya.
Tuih menegaskan, jika wakil rakyat tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan, maka kepercayaan publik akan semakin merosot. Ia menilai DPRK harus menunjukkan tanggung jawab moral, bukan hanya aktif menjelang pemilu.
“Jangan datang hanya saat meminta suara. Ketika rakyat terkena musibah, justru menghilang,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Usai menerima audiensi massa pada 9 Februari 2026, ia berjanji menggelar rapat bersama anggota dewan dan menjadwalkan kunjungan ke lokasi pengungsian.
Namun hingga kini, masyarakat menilai belum ada langkah konkret. Gerakan Aksi Masyarakat meminta DPRK segera membuktikan komitmen dengan turun langsung, memastikan kondisi korban, serta mendorong percepatan penanganan yang adil dan tepat sasaran,
"Kalau Memang DPRK Bireuen cakap tak serupa bikin, kami akan kembali bergerak demo dengan jumlah besar" Tegasnya (Nadar)
