Bireuen/liputan investigasi.Com Lemahnya koordinasi dalam penyaluran bantuan bencana kembali terjadi di Kabupaten Bireuen. Puluhan keuchik...
Bireuen/liputan investigasi.Com Lemahnya koordinasi dalam penyaluran bantuan bencana kembali terjadi di Kabupaten Bireuen. Puluhan keuchik dari Kecamatan Gandapura harus menunggu hingga delapan jam untuk mengambil bantuan logistik di gudang BPBD Kabupaten Bireuen, Rabu (15/1/2025).
Para keuchik mengaku telah tiba di gudang logistik BPBD yang berlokasi di Desa Blang Blahdeh, Kecamatan Jeumpa, sejak pukul 09.00 WIB. Namun, hingga siang hari gudang belum dibuka dengan alasan masih dalam proses pemeriksaan oleh Polda Aceh, sehingga bantuan untuk warga terdampak bencana tertahan.
Keuchik Mundasir atau yang akrab disapa Keuchik Odon menilai keterlambatan tersebut menunjukkan buruknya komunikasi antarpihak. Pasalnya, para keuchik datang ke gudang logistik berdasarkan rekomendasi Camat Gandapura untuk segera mengambil bantuan bagi warga.
“Kami datang sesuai arahan, tapi ternyata gudang belum siap dibuka. Akibatnya, kami harus menunggu berjam-jam tanpa kejelasan. Ini sangat disayangkan,” ujar Mudasir.
Ia menambahkan, keterlambatan distribusi bantuan berdampak langsung pada warga yang tengah membutuhkan bantuan darurat. Para keuchik berharap pemerintah daerah memperbaiki sistem koordinasi agar penyaluran bantuan tidak kembali mengorbankan waktu dan tenaga aparatur desa.
“Jangan sampai persoalan administratif justru menghambat bantuan bagi masyarakat yang sedang kesulitan,” kata dia.
Sementara itu, terkait isu adanya pemeriksaan BPBD Bireuen oleh Kapolda Aceh, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakab Bireuen, Azmi, saat di konfirmasi mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.
“Sampai saat ini saya tidak tahu terkait isu tersebut,” ujarnya singkat.(nadar)
