Bireuen/liputaninvestigasi.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen tengah melakukan proses verifikasi dan validas...
Bireuen/liputaninvestigasi.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen tengah melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap rumah warga yang terdampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Verifikasi dilakukan terhadap rumah dengan kategori rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, hingga rumah hilang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, mengatakan proses pendataan ulang ini dilakukan untuk memastikan data korban benar-benar akurat sebelum disampaikan ke pemerintah provinsi dan pusat.
“Seluruh korban dengan kategori rumah hilang, rusak berat, sedang, dan ringan saat ini sedang kita verifikasi kembali agar benar-benar sesuai,” kata Doli saat di temui media ini, di Pendopo Kabupaten Bireuen (28/1/2026).
Dalam proses tersebut, BPBD Bireuen menurunkan sekitar 200 petugas pendata yang tergabung dalam sejumlah tim, terdiri dari tim PU, tim Perkim, mahasiswa, civitas akademika Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah unsur lainnya.
“Tim ini terus bekerja di lapangan untuk menaikkan data by name by address. Nantinya data tersebut akan kita sampaikan ke BPBA Aceh dan BNPB di tingkat pusat,” ujarnya.
Doli menjelaskan, verifikasi tahap pertama ditargetkan rampung pada hari Senin. Setelah itu, data akan ditandatangani oleh Bupati Bireuen, Kapolres Bireuen, serta Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen.
Jumlah data rumah terdampak justru mengalami peningkatan selama proses verifikasi berlangsung. Dari pendataan awal sekitar 16.000 unit, jumlah tersebut naik menjadi 23.000, dan kembali bertambah hingga mencapai sekitar 26.000 data rumah rusak, baik berat, sedang, maupun ringan.
“Dari data awal hingga verifikasi hari ini, bukannya berkurang, justru bertambah,” kata Doli.
Menurutnya, perubahan data terjadi di sejumlah kecamatan karena kondisi lapangan yang masih sulit. Bahkan, di beberapa desa, warga kehilangan dokumen kependudukan akibat banjir.
“Kita maklumi, karena di beberapa wilayah seperti di Kecamatan Peusangan Pasangan, kawasan Kapa, Blang Panjoe Kecamatan Kutablang, Pasangan Selatan, dan Pasangan Siblah Kurueng, masih terdampak banjir. Ada warga yang kehilangan KK dan KTP,” ujarnya.
Doli berharap, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal. Ia mengacu pada pernyataan Kepala BNPB yang menyebutkan bahwa jika data by name by address telah lengkap, pemerintah pusat berpeluang membangun hingga 1.000 unit rumah bagi warga terdampak.
“Untuk hunian terpadu maupun hunian mandiri, masyarakat rata-rata sudah melampirkan surat tanah. Saat ini tercatat sekitar 2.400 warga yang telah melengkapi dokumen tersebut,” tutupnya. (Nadar)
