Bireuen/liputaninvestigasi.com- Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Bireuen, Mauliadi, menilai kinerja Humas dan Dinas Komun...
Bireuen/liputaninvestigasi.com-Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Bireuen, Mauliadi, menilai kinerja Humas dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemerintah Kabupaten Bireuen pasif dan tidak responsif selama bencana banjir melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Mauliadi menyatakan, dalam situasi darurat bencana, humas pemerintah seharusnya berada di garis depan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Informasi yang jelas dan terbuka, menurut dia, penting untuk memastikan transparansi penanganan bencana sekaligus menenangkan masyarakat.
“Selama banjir berlangsung, hampir tidak ada penjelasan resmi yang memadai kepada masyarakat. Informasi terkait kondisi lapangan, langkah penanganan, maupun koordinasi bantuan sangat minim,” kata Mauliadi, Rabu (17/12/2025).
Ia menilai, sikap pasif tersebut mencerminkan kegagalan humas dalam menjalankan fungsi strategis sebagai penghubung komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, terutama di tengah krisis yang membutuhkan kecepatan dan kejelasan informasi.
Menurut Mauliadi, kelalaian ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Oleh karena itu, JASA Bireuen mendesak Bupati Bireuen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja humas, termasuk kemungkinan pergantian pejabat jika dinilai tidak mampu menjalankan tugas secara profesional.
“Kami berharap Bupati tidak ragu mengevaluasi dan mengganti pejabat yang tidak bekerja maksimal. Pemerintahan harus diisi oleh aparatur yang sigap, berkompeten, dan hadir bersama masyarakat saat bencana,” ujarnya.
JASA Bireuen menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam penanganan bencana serta penguatan komunikasi publik yang transparan dan responsif
