liputaninvestigasi.com – Kondisi kebersihan di Keude Gandapura, Kabupaten Bireuen, semakin memprihatinkan. Penumpukan sampah yang terjadi s...
liputaninvestigasi.com – Kondisi kebersihan di Keude Gandapura, Kabupaten Bireuen, semakin memprihatinkan. Penumpukan sampah yang terjadi sejak terputusnya jembatan penyebrangan Sungai Peusangan akibat banjir bandang pada 26 November 2025 hingga kini belum menemukan solusi. Hingga Jumat, 12 Desember 2025, gunungan sampah masih terlihat di sejumlah titik, terutama di kawasan alun-alun Gandapura.
Mandor Kebersihan Gandapura, Zulfan, mengatakan bahwa truk pengangkut sampah tidak dapat memasuki area tersebut karena akses jalan terputus. Situasi ini membuat sampah terus menumpuk dan menimbulkan keluhan dari warga yg melintas serta para pedagang.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bireuen, namun belum ada solusi tepat. Mereka hanya menyarankan agar mencari lahan kosong untuk tempat pembuangan sementara atau menunggu jembatan Bailey di Awe Getah selesai dibangun,” ujar Zulfan.
Sementara itu, Camat Gandapura Azmi, S.Ag, yang turut didampingi Kapolsek Gandapura AKP Hendri Yunan dan Danramil Gandapura Lettu Nurdin Juned, mengungkapkan bahwa hingga kini pihak kecamatan masih kesulitan menemukan lokasi yang cocok untuk dijadikan area pembuangan sampah sementara.
“Tidak ada lahan kosong yang memadai. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, sampah dapat menjadi sumber penyakit, apalagi cuaca masih sering hujan sehingga sampah basah dan menimbulkan bau tidak sedap,” tegas Camat Azmi.
Keluhan juga datang dari para pedagang. Agus, salah satu pedagang di Keude Gandapura, menyebutkan bahwa bau menyengat dari tumpukan sampah mulai mengganggu kenyamanan pelanggan.
“Kami sudah membayar iuran bulanan, tapi sampah tak kunjung diangkut. Bau semakin pekat, pembeli pun jadi enggan datang,” keluhnya.
Kapolsek Gandapura AKP Hendri Yunan membenarkan bahwa situasi tersebut sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan.
“Kita mau buang ke mana? Lahan tidak tersedia. Kalau dipaksakan ke lokasi yang ada pun, khawatir malah mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Bisa-bisa tambah masalah baru,” ujarnya.
Melihat kondisi yang terus memburuk, Camat Gandapura mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bireuen untuk segera mengambil langkah darurat dan menemukan solusi cepat.
“Kita baru saja selesai menghadapi bencana banjir. Jangan sampai muncul persoalan kesehatan baru akibat tumpukan sampah,” ungkapnya.
Pedagang berharap pemerintah daerah segera menentukan langkah konkrit agar penumpukan sampah tidak semakin parah dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
“Sampah ini sangat mengganggu, baik secara visual maupun baunya. Pemkab Bireuen harus segera menetapkan solusi agar sampah tidak terus mengendap di alun-alun Keude Gandapura,” ujar Agus salah satu pedagang. (Taufiq)

