liputaninvestigasi.com – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa bantuan internasional untuk penanganan dan pemulihan pasca bencana di Aceh diperb...
liputaninvestigasi.com – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa bantuan internasional untuk penanganan dan pemulihan pasca bencana di Aceh diperbolehkan masuk, khususnya bantuan yang bersifat non-government to government (non-G to G).
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menanggapi berbagai pertanyaan publik terkait kemungkinan keterlibatan pihak internasional dalam membantu pemulihan Aceh pasca bencana.
“Iya benar, bantuan internasional untuk bencana Sumatera, termasuk Aceh, bisa masuk,” kata Muhammad MTA dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil konfirmasi yang dilakukan Pemerintah Aceh dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bantuan internasional yang bersifat Non-Government to Government selama ini dibenarkan dan tidak melanggar ketentuan.
“Untuk bantuan yang bersifat Government to Government, sampai saat ini memang belum ada arahan khusus dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Dengan demikian, lanjut Muhammad MTA, NGO internasional atau lembaga kemanusiaan sejenisnya dapat berperan aktif membantu pemulihan Aceh pasca bencana, dengan tetap mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku.
“Mereka tentu wajib melaporkan aktivitas dan bantuannya kepada BNPB dan BPBA,” tegasnya.
Terkait bantuan berupa barang atau logistik, Pemerintah Aceh menegaskan bahwa seluruhnya harus mengikuti aturan pelaporan instansi kebencanaan. Sementara itu, untuk program pemulihan jangka menengah dan panjang, akan dikomunikasikan secara terkoordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.
“Program pemulihan akan disesuaikan dengan R3P yang nantinya disusun oleh Pemerintah Aceh di bawah supervisi Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Muhammad MTA juga menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai langkah pemulihan pasca bencana. Gubernur Aceh, kata dia, secara langsung turun ke daerah-daerah terdampak untuk memastikan penanganan dilakukan secara strategis, terpadu, dan tepat sasaran.
“Dalam beberapa kesempatan, Gubernur selalu berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat bersatu, dengan segala kelebihan dan kekurangan, demi mempercepat proses pemulihan pasca bencana ini,” pungkasnya.
