BIREUEN/liputaninvestigasi.com- Udara pagi di Kampus Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Blang Bladeh, Jeumpa, Sabtu (22/11/202...
BIREUEN/liputaninvestigasi.com-Udara pagi di Kampus Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Blang Bladeh, Jeumpa, Sabtu (22/11/2025), suasana terasa lebih hangat dari biasanya.
Ratusan wisudawan berbaju toga tampak memenuhi halaman kampus sejak matahari belum tinggi. Beberapa di antaranya saling merapikan selempang, sementara orang tua memotret anaknya dengan mata berkaca-kaca.
Meski di guyur hujan, Kampus UNIKI mengukuhkan 839 lulusan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda 2025 sebuah perayaan panjang dari perjalanan penuh perjuangan.
Momen paling emosional terjadi saat penyerahan ijazah. Beberapa orang tua terlihat menahan air mata ketika nama anak mereka dipanggil ke panggung.
Pukul 12.00 WIB, Ketua Senat UNIKI menutup sidang senat. Namun bagi para wisudawan, hari itu bukan penutup, melainkan awal perjalanan baru.
Di antara mereka ada mahasiswa yang meraih predikat cum laude, ada yang harus membagi waktu antara studi dan pekerjaan, bahkan ada yang berhasil sampai tahap wisuda berkat dorongan keluarga yang terus memberi semangat
Dari 839 lulusan, sebanyak 526 adalah laki-laki dan 313 perempuan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjadi penyumbang lulusan terbanyak, sementara 90 lulusan dinobatkan sebagai lulusan terbaik dari berbagai program studi.
Dalam pidatonya, Rektor UNIKI Dr. Zainuddin Iba mengingatkan bahwa setiap toga yang dikenakan membawa kisah berbeda.
"Wisuda UNIKI 2025 bukan hanya tentang ijazah. Ia adalah bukti bagi para lulusan bahwa perjuangan panjang mereka tidak sia-sia, para wisudawan diharapkan pulang dengan keyakinan baru bahwa mereka adalah bagian dari generasi yang akan membawa perubahan bagi Bireuen, Aceh, dan Indonesia. Banyak dari kalian harus mengulang skripsi, menunggu jadwal ujian yang tak kunjung tiba, bahkan menghadapi kritik tajam pembimbing, justru proses itulah yang membentuk kalian menjadi lebih kuat dan bijak.”ujar Zainuddin.
Dari sisi yayasan, Dr. Amiruddin Idris menyampaikan bahwa UNIKI tidak hanya ingin menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga berkarakter.
“Wisuda ini momentum penting,” Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan siap bersaing di dunia kerja.” katanya
Amiruddin menambahkan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan akan terus dilakukan, termasuk pengembangan kurikulum dan penguatan riset.
Beberapa wisudawan mengangguk, sebagian tersenyum mengingat masa-masa sulit yang kini berubah menjadi cerita kemenangan.
Di deretan tamu unundangan terlihat hadir sejumlah pejabat penting Aceh dan Kabupaten Bireuen. Di antaranya, Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, yang duduk di kursi depan sambil sesekali memperhatikan ratusan wisudawan yang memenuhi ruangan.
Dalam sambutannya, ia memberikan pesan yang cukup tegas namun sarat harapan. “Wisuda bukan akhir,” katanya. “Ini awal kalian menapaki dunia yang penuh tantangan. Bireuen membutuhkan anak-anak muda seperti kalian untuk ikut membangun daerah.”
Mukhlis menegaskan, pemerintah daerah membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya.
“Datanglah kepada kami, sampaikan ide-ide kalian. Mari bekerja bersama untuk masyarakat Bireuen.” ujarnya (Nadar)
