liputaninvestigasi.com – M. Ali (36), warga Dusun Cut Nyak, Gampong Mon Jambe, Kecamatan Gandapura, hidup seorang diri di rumah peninggalan...
liputaninvestigasi.com – M. Ali (36), warga Dusun Cut Nyak, Gampong Mon Jambe, Kecamatan Gandapura, hidup seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya. Dengan kondisi sebagai penyandang disabilitas, ia tidak mampu bekerja dan selama ini hanya bergantung pada keluarga serta warga sekitar.
Hingga kini, Ali belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, baik melalui Dinas Sosial maupun Baitul Mal. Satu-satunya bantuan yang pernah ia terima hanyalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari desa. Itu pun sebelumnya atas nama ibunya, Hasnah, yang sudah meninggal dunia, kemudian dialihkan kepadanya.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Abang saya membutuhkan biaya hidup harian. Mohon agar ada jatah hidup atau bantuan bulanan berupa uang, supaya kebutuhan dasarnya bisa terpenuhi,” ungkap Kartini, adik M. Ali, Kamis (2/10/2025).
Kartini menambahkan, abangnya tidak pernah terdaftar dalam program bantuan resmi pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Selama ada bantuan program PKH, BPNT dan bantuan lainnya di pemerintah, tapi realitanya banyak yang tidak tepat sasaran. Saudara saya buktinya, sudah puluhan tahun tinggal di sini, tapi tak pernah sekalipun masuk daftar penerima bantuan resmi,” ucapnya.
Kartini berharap Bupati Bireuen beserta jajaran terkait dapat segera memberikan perhatian dan bantuan kepada abangnya yang hidup dengan kondisi disabilitas. (Taufiq)
