Bireuen/liputaninvestigasi.com – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) mengecam keras kebijakan Dewan Perwakilan...
Bireuen/liputaninvestigasi.com– Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) mengecam keras kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen yang menggelontorkan Rp 376 juta untuk pakaian dinas dan atribut baru.
Di saat rakyat susah memenuhi kebutuhan pokok, wakil rakyat justru menunjukkan ketidakpekaan. Ratusan juta rupiah dari uang rakyat tahun ini digunakan untuk urusan ‘fashion show’ DPRK, sementara rakyat menjerit karena harga kebutuhan pokok meroket.
"Ini bukan sekadar boros, ini arogansi kekuasaan!" ujar ketua bidang (Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda) PTKP HMI MPO Bireuen, Khairul Muqtawali, Selasa (23/09/2025).
Ia menilai pembelian pakaian baru itu merupakan bukti nyata lemahnya integritas DPRK. Fungsi utama wakil rakyat adalah mengawasi anggaran agar tepat sasaran, bukan menjadikannya ajang pemuasan ego dan penampilan pribadi.
"Ironi ini memperlihatkan DPRK gagal menjalankan tugasnya. Bukannya berpihak pada rakyat, mereka justru berpihak pada lemari pakaian mereka sendiri," tambahnya.
Khairul juga menyoroti dampak sosial dari perilaku tersebut. Di tengah kemiskinan yang merajalela, pengeluaran fantastis untuk pakaian menimbulkan pertanyaan serius tentang moral dan prioritas wakil rakyat.
"Apakah mereka lupa, uang itu berasal dari pajak dan APBD yang seharusnya meringankan beban masyarakat?"
Ia mendesak DPRK Bireuen segera memberi penjelasan publik, mengembalikan anggaran yang boros, dan mengalihkan dana tersebut ke program yang nyata-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
"Rakyat menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji atau gaya-gayaan di aula DPRK,"pungkasnya. (Nadar)
