liputaninvestigasi.com – Pembangunan Masjid At-Taqwa Gandapura, Bireuen, sudah 1,5 tahun mandek akibat kisruh dana yang tak kunjung selesai...
liputaninvestigasi.com – Pembangunan Masjid At-Taqwa Gandapura, Bireuen, sudah 1,5 tahun mandek akibat kisruh dana yang tak kunjung selesai. Meski berulang kali dimediasi oleh Muspika Gandapura dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, masalah pengembalian uang oleh panitia lama tetap jalan di tempat.
Informasi yang berkembang menyebutkan, salah seorang panitia berinisial IS masih menahan dana DO semen, sementara panitia lain berinisial TH belum mengembalikan uang pembangunan mihrab. Akibatnya, pembentukan panitia baru dan kelanjutan pembangunan masjid ikut tersandera.
“Ini sudah berlarut-larut, sangat merugikan jamaah. Masjid itu kebutuhan umat, bukan urusan pribadi. Kalau panitia lama tidak ada itikad baik, aparat hukum seharusnya bertindak tegas,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Gandapura. Jumat 12 September 2025.
Kondisi ini memicu keresahan publik. Rumah ibadah yang seharusnya menjadi pusat kegiatan keagamaan justru terbengkalai hanya karena polemik tak kunjung selesai. Padahal, jika persoalan cepat dituntaskan, pembangunan bisa berlanjut dan sumbangan jamaah maupun donatur diyakini akan kembali deras mengalir.
Masyarakat Gandapura berharap, Kejari Bireuen tidak boleh hanya berperan sebagai mediator. “Kalau memang ada unsur penyelewengan, usut tuntas. Jangan hanya mediasi tanpa hasil. Uang umat harus kembali untuk pembangunan masjid, bukan memperkaya individu,” tegas mereka.
Kini, harapan masyarakat sepenuhnya tertuju pada Kejari Bireuen. Publik menunggu tindakan nyata, agar polemik dana pembangunan Masjid At-Taqwa Gandapura segera selesai, dan rumah ibadah itu bisa kembali berdiri megah sebagai pusat persatuan dan ibadah umat.(Taufiq)
