liputaninvestigasi.com – Mantan Panglima Daerah III GAM Wilayah Batee Iliek, Sufri Daud atau yang akrab disapa Boing, menolak keras wacana m...
liputaninvestigasi.com – Mantan Panglima Daerah III GAM Wilayah Batee Iliek, Sufri Daud atau yang akrab disapa Boing, menolak keras wacana menjadikan permainan domino sebagai salah satu cabang olahraga di Aceh.
Menurut Boing, gagasan tersebut tidak sejalan dengan adat, budaya, dan nilai-nilai Islami yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Aceh. Ia menilai, jika domino dilegalkan melalui jalur olahraga, dampaknya akan sulit dikendalikan di lapangan.
“Domino bukan budaya Aceh. Kalau ini disahkan, seluruh pelosok akan bebas bermain dengan dalih olahraga. Padahal kita khawatir ini bisa menjadi pintu masuk bagi maraknya perjudian,” tegas Boing, Kamis (25/9).
Ia juga mengingatkan bahwa wacana ini berpotensi mencoreng citra pemerintahan Muzakir Manaf (Mualem). Menurutnya, jika KONI Aceh sampai mendukung legalisasi domino, maka hal tersebut dapat menimbulkan penilaian negatif dari masyarakat terhadap kepemimpinan Aceh.
“Kami berharap wacana ini dihentikan dan dibatalkan segera. Melegalkan sesuatu yang jelas-jelas bisa menjerumuskan masyarakat ke arah yang salah adalah langkah keliru dan sangat berbahaya bagi generasi Aceh,” pungkasnya.
