liputaninvestigasi.com – Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Aceh, Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, mengingatkan bahwa rabies mas...
liputaninvestigasi.com – Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Aceh, Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, mengingatkan bahwa rabies masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Aceh. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini agar Provinsi Aceh dapat terbebas dari rabies sesuai target global Zero by 2030.
Peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day/WRD) yang jatuh pada 28 September 2025, kata Nurdiansyah, menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat kerja sama antar-stakeholder, serta mendorong peran komunitas dalam upaya eliminasi rabies. Tahun ini, WRD mengusung tema “Act Now: You, Me and Community” atau “Bertindak Sekarang: Anda, Saya, dan Komunitas”.
Data Rabies di Aceh
Berdasarkan data Dinas Peternakan Aceh, sejak Januari hingga 15 September 2025 tercatat 1.013 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di seluruh kabupaten/kota. Kasus tertinggi terjadi di Aceh Tengah dengan 241 kasus. Dari jumlah tersebut, dua orang meninggal dunia karena positif rabies, masing-masing di Aceh Tengah dan Aceh Singkil.
“Data ini menunjukkan bahwa rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius di Aceh. Karena itu, kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan mutlak diperlukan,” ujar Nurdiansyah.
Aksi Nyata di Lapangan
Sebagai bagian dari upaya pengendalian rabies, PDHI Aceh bekerja sama dengan Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pertanian Aceh Tengah, DPC APDESI Aceh Tengah, serta sejumlah sponsor dan mitra swasta. Pada 29 September 2025 mendatang, PDHI akan melaksanakan serangkaian kegiatan di Kabupaten Aceh Tengah, antara lain:
Vaksinasi rabies di Kecamatan Pegasing.
Sosialisasi rabies untuk masyarakat dan siswa SD Negeri 7 Pegasing.
Pemeriksaan kesehatan hewan dan vaksinasi rabies di Lapangan GOS Takengon.
Lomba foto kucing di Lapangan GOS Takengon.
Kegiatan ini akan melibatkan 30 dokter hewan dari Banda Aceh dan Aceh Tengah.
Pesan Pencegahan
PDHI Aceh menekankan beberapa langkah penting yang harus dilakukan masyarakat, di antaranya vaksinasi rutin anjing dan kucing, pemeliharaan hewan peliharaan dengan baik, serta melaporkan setiap kasus gigitan kepada petugas kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati saat berinteraksi dengan hewan, terutama yang sedang makan, tidur, atau menyusui anaknya.
“Jangan abaikan luka gigitan sekecil apapun. Segera cuci dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu laporkan ke petugas kesehatan. Penanganan cepat sangat menentukan keselamatan jiwa,” tegas Nurdiansyah.
Optimistis Capai Aceh Bebas Rabies 2030
Nurdiansyah optimistis Aceh mampu mencapai target eliminasi rabies pada tahun 2030, asalkan ada dukungan nyata dari pemerintah, baik dalam bentuk kebijakan, regulasi, maupun alokasi anggaran.
“Dengan kerja sama, kesadaran masyarakat, dan langkah nyata sejak sekarang, kita bisa menjadikan Aceh sebagai provinsi bebas rabies. Mari bersama-sama kita cegah rabies demi Aceh yang lebih sehat dan aman,” pungkasnya.
