Banda Aceh – Lembaga survei Muda Bicara ID merilis hasil jajak pendapat terbaru terkait penilaian generasi muda terhadap kinerja para guber...
Banda Aceh – Lembaga survei Muda Bicara ID merilis hasil jajak pendapat terbaru terkait penilaian generasi muda terhadap kinerja para gubernur di Indonesia. Dalam daftar tersebut, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menempati posisi keempat dengan perolehan 17,78% suara.
Survei yang dilaksanakan pada kuartal II tahun 2025 ini melibatkan 400 responden dari berbagai wilayah tanah air. Mayoritas responden berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar, serta pekerja sektor informal.
Adapun lima besar gubernur dengan kinerja terbaik versi anak muda adalah:
1. Pramono Anung (DKI Jakarta) – 30,67%
2. Sri Sultan Hamengku Buwono X (DI Yogyakarta) – 24,44%
3. Dedi Mulyadi (Jawa Barat) – 18,67%
4. Muzakir Manaf (Aceh) – 17,78%
5. Sherly Tjoanda (Maluku Utara) – 8,44%
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, mengatakan capaian ini menjadi dorongan bagi pemerintah Aceh untuk terus meningkatkan kinerja.
“Bapak Gubernur selalu menekankan bahwa tugas beliau adalah memudahkan urusan rakyat Aceh. Hasil survei ini menjadi pemicu semangat, sekaligus bahan refleksi bagi seluruh jajaran,” ujarnya. Kamis 7 Agustus 2025.
Tantangan Pembangunan Aceh Masih Berat
Meski masuk daftar gubernur berkinerja terbaik versi generasi muda, tantangan yang dihadapi Aceh tetap besar. Sejumlah persoalan strategis masih menjadi pekerjaan rumah, di antaranya:
Kemiskinan tertinggi di Sumatera
Berdasarkan data BPS awal 2025, tingkat kemiskinan Aceh mencapai 14,45%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 9%. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan merata.
Pengangguran yang masih tinggi
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh berada di kisaran 6,6%, melebihi angka nasional. Lapangan kerja bagi anak muda masih terbatas.
Ketergantungan pada Dana Otsus dan APBA
Lebih dari 60% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh masih bergantung pada belanja pemerintah, termasuk Dana Otsus yang secara bertahap akan berkurang.
Investasi yang belum optimal
Potensi sumber daya alam Aceh belum sepenuhnya dimanfaatkan. Hambatan regulasi, birokrasi, dan iklim usaha yang belum stabil menjadi kendala masuknya investor besar.
Dengan hasil survei ini, harapan publik terutama anak muda terhadap kepemimpinan Mualem semakin besar. Mereka menanti langkah-langkah nyata yang mampu memperbaiki kualitas hidup masyarakat Aceh, bukan hanya perbaikan di level birokrasi.
