Bireuen/liputaninvestigasi.com –Suasana demokrasi menyelimuti Gampong Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, pada Selasa (...
Bireuen/liputaninvestigasi.com –Suasana demokrasi menyelimuti Gampong Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, pada Selasa (12/8/2025) saat warga menggelar pemilihan keuchik. Pemungutan suara yang berlangsung di halaman Masjid Mon Keulayu berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Hasil penghitungan suara menempatkan Agustiar, mantan Sekretaris Desa (Sekdes) sebagai pemenang mutlak. Ia meraih 350 suara, terdiri dari 101 suara di TPS 01 dan 249 suara di TPS 02. Dua pesaingnya, Said Murdani (mantan Sekdes 2001–2018) memperoleh 193 suara, sementara keuchik incumbent Sayed Nurdin mengantongi 190 suara. Dari 735 suara yang masuk, 734 dinyatakan sah dan 1 suara tidak sah. Dari Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yaitu 1.012 orang.
Ketua Panitia Pemilihan Keuchik (P2K), Zainuddin, mengapresiasi kedewasaan warga dalam berdemokrasi.
“Masyarakat Mon Keulayu telah menunjukkan kedewasaan berdemokrasi. Harapan kami, keuchik terpilih dapat menjalankan amanah dengan adil, transparan, dan mengutamakan kepentingan bersama,” ujarnya.
Disaming itu, Dalam pidato kemenangannya, Agustiar mengajak seluruh warga untuk bersatu.
“Alhamdulillah saya mendapat kepercayaan menjadi keuchik Gampong Mon Keulayu. Saya berharap masyarakat tetap kompak, tidak ada lagi kelompok-kelompok, karena kita satu gampong. Pemilihan sudah selesai, mari bersama-sama membangun Mon Keulayu,” katanya.
Proses pemilihan turut disaksikan unsur Muspika Kecamatan Gandapura, di antaranya Camat Gandapura Azmi, S.Ag., Kasi Pemerintahan Kecamatan Fadli, S.Sos., Danramil 08 Gandapura Lettu Nurdin Juned beserta Babinsa, Kapolsek Gandapura AKP Hendri Yunan bersama Bhabinkamtibmas, serta Imum Mukim Gandapura Barat Usman Kelana.
Kehadiran para muspika untuk memastikan jalannya proses demokrasi berlangsung aman, jujur, dan transparan.
Dengan kemenangan ini, Agustiar resmi membuka lembaran baru kepemimpinan di Mon Keulayu. Harapan warga kini tertuju padanya untuk membawa desa menuju kemajuan, kerukunan, dan kesejahteraan bersama. (Taufik)
