Bireuen/liputaninvestigasi.com- Di tengah tantangan perubahan iklim yang kian tidak menentu, seorang petani kakao asal Gampong Blang Me, Kec...
Bireuen/liputaninvestigasi.com-Di tengah tantangan perubahan iklim yang kian tidak menentu, seorang petani kakao asal Gampong Blang Me, Kecamatan kuta blang , Kabupaten Bireuen, Muchyil (48), berhasil membuktikan bahwa ketekunan tetap dapat menghasilkan panen yang membanggakan.
Dengan mengelola kebun kakao seluas 1 hektar dan merawat 160 batang pohon kakao, Muchyil mampu mempertahankan produksi di saat sebagian petani lain mulai beralih ke tanaman lain akibat hasil yang menurun.
Namun demikian, di balik keberhasilan mempertahankan produktivitas kebun kakao miliknya, Muchyil mengaku masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama terkait kebutuhan pupuk, obat-obatan tanaman, serta tambahan modal untuk pengembangan kebun agar lebih produktif.
“Sekarang musim tidak menentu, hujan panas tidak teratur, jadi pohon gampang kena hama. Pupuk juga mahal, obat-obatan kadang sulit kami dapat,” ujar Muchyil saat ditemui di kebunnya.
Muchyil berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui dinas terkait dapat memberi perhatian lebih kepada petani kakao, khususnya dalam bentuk bantuan pupuk, pestisida, serta akses modal bergulir untuk memperluas kebun.
“Kami butuh dukungan, supaya kebun ini tetap hidup, hasilnya bisa membantu ekonomi keluarga dan juga membantu ekonomi desa,” ungkapnya.
Di Kabupaten Bireuen sendiri, kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan rakyat yang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Dengan dukungan pemerintah dan kerja sama antar petani, diharapkan sektor kakao lokal dapat berdaya saing dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
