Bireuen/liputaninvestigasi.com – Jaringan Anak Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Bireuen menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Anggota DPR ...
Bireuen/liputaninvestigasi.com–Jaringan Anak Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Bireuen menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Anggota DPR RI asal Aceh, H. TA Khalid, dalam memperjuangkan perpanjangan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Aceh.
Ketua JASA Bireuen, Tgk Mauliadi,rakyat Aceh. Justru, banyak yang terjebak dalam pusaran korupsi, pemborosan, dan proyek-proyek asal jadi.
“Kami tidak ingin perpanjangan Otsus hanya menjadi instrumen baru bagi oknum pejabat untuk memperkaya diri. Rakyat Aceh sudah terlalu lama menunggu perubahan nyata. Dana Otsus harus diawasi dengan ketat, diarahkan untuk pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan penguatan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Mauliadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, LSM, mahasiswa, dan media untuk turut mengawal transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana Otsus, jika diperpanjang.
“Perjuangan ini penting, tapi pengawasan lebih penting. Jangan sampai sejarah kegagalan pengelolaan Otsus menegaskan bahwa perjuangan ini harus dibarengi dengan komitmen kuat untuk memperbaiki
“Kami mengapresiasi langkah TA Khalid yang konsisten membawa aspirasi Aceh ke tingkat nasional. Namun perlu diingat, perjuangan ini bukan untuk menambah kekayaan pejabat, melainkan untuk memperbaiki nasib rakyat Aceh,” ujar Mauliadi. Selasa (15 /7/ 2025)
Ia menyoroti bahwa selama ini Dana Otsus yang dikucurkan pemerintah pusat dalam jumlah besar belum memberikan perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, berbagai kasus korupsi, pemborosan anggaran, dan proyek yang tidak tepat guna masih sering terjadi.
“Pemerintah Aceh harus memperbaiki tata kelola Dana Otsus. Penempatan anggaran harus tepat sasaran, pengelolaan harus efisien dan akuntabel. Hanya dengan cara itu kepercayaan pusat dapat terjaga, dan rakyat benar-benar merasakan dampaknya,” katanya.
Lebih lanjut, Mauliadi mengingatkan bahwa Dana Otsus harus diprioritaskan untuk sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, LSM, mahasiswa, dan media untuk mengawal penggunaan Dana Otsus secara transparan dan bertanggung jawab.
“Perpanjangan Dana Otsus penting, tapi pengawasan lebih penting. Kita tidak ingin kegagalan masa lalu terulang kembali. Aceh butuh perubahan nyata, dan itu hanya bisa dicapai dengan pengelolaan yang bersih dan berpihak pada rakyat,” tutup Mauliadi.