SPMA Upaya Fachrul Razi Membangun Generasi

BANDA ACEH/liputaninvestigasi.com - Sebagai generasi milenial, saya mengapresiasi dan menaruh perhatian pada upaya Senator Fachrul Razi (...


BANDA ACEH/liputaninvestigasi.com - Sebagai generasi milenial, saya mengapresiasi dan menaruh perhatian pada upaya Senator Fachrul Razi (FR) mendirikan Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) atau dikenal juga dengan nama Aceh Youth Leaders School. SPMA yang pertama kali dilaunching pada 17 Mei 2017 silam ini merupakan sebuah lembaga untuk membentuk karakter dan leadership dengan tujuan membentuk dan melahirkan  generasi muda sebagai calon pemimpin Aceh ke depannya. Hal ini menjadi penting karena perubahan lebih baik akan dibentuk oleh generasi yang baik.

Bukan fisik
Selama ini, pembangunan kerap identik dengan bangunan fisik, seperti bertambah jumlah dan tinggi gedung, pembangunan jalan tol, hingga membangun jembatan yang tak ada sungainya. Pembangunan dianggap harus punya wujud nyata yang bisa dilihat dan dipamerkan dari kejauhan. Tidak terlihat wujudnya, berarti tidak ada pembangunan. Itu pula yang kemudian menyebabkan banyak pemimpin lupa membangun manusianya karena terlalu fokus pada pembangunan fisik.

Padahal pembangunan bukan hanya bicara tentang wujud fisik yang memanjakan mata, tapi juga harus bisa memanjakan pikiran dan masa depan. Karena pembangunan fisik tanpa membangun sumber daya manusianya, hanya akan sia-sia dan tak menyentuh jiwa. Tanpa SDM yang berkualitas, akan banyak anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan yang minim manfaatnya.

Akan muncul praktik bagi-bagi proyek dan fee hanya untuk lingkaran kekerabatan dan melanggengkan kekuasaan. Belum lagi politik dinasti yang jajaran jabatan di pemerintahan dikuasai oleh sanak saudara, ayah-ibu, adik-kakak, hingga mertua-menantu. Potret tersebut menggambarkan bagaimana sistem kerajaan dibangun di tengah demokrasi.

Melihat fenomena tersebut, maka pembangunan SDM juga harus menjadi titik fokus perhatian. Di tengah banyaknya persoalan sosial yang dialami generasi muda, seperti maraknya narkoba, pengangguran, serta krisis keteladanan. maka kehadiran SPMA menjadi ruang bagi generasi muda Aceh untuk membangun jiwa leadership. Tidak hanya itu, SPMA juga menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat pemuda Aceh untuk terus berkembang.

Seperti adanya SPMA Languages Center, Camp and Training Center, Antinarkoba Center, hingga SPMA Enterpreneur Center. Pada 22 Agustus 2018 lalu, SPMA juga meluncurkan Kartu Pemimpin Muda Aceh multifungsi yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran tol, kereta, parkir, busway, isi bensin serta alat transaksi dalam berbelanja.

Mengapa SPMA ini penting? Karena ke depan yang akan memegang tampuk kepemimpinan adalah generasi muda. Sedangkan potret selama ini, generasi muda kerap dianggap anak bawang. Dalam konteks politik, kelompok ini dipandang untuk meramaikan pesta demokrasi saja, jika tak elok disebut pelengkap penderita. Padahal 7,4  persen atau 14 juta suara dalam pemilu adalah berasal dari pemilih pemula. Namun sayang, generasi muda hanya diperlukan saat ingin mendulang suara, tapi setelah itu dilupakan keberadaannya.

Saya rasa, hal itu pula yang kemudian membuat Fachrul Razi mendirikan SPMA. Sebagai perwakilan politik dari kelompok muda, FR menyadari betul bagaimana peran anak muda dalam konteks kepemimpinan masa depan dan apa yang harus dipersiapkan bagi mereka. Melalui SPMA, Fachrul Razi ingin membangun kualitas sumber daya manusia yang mempunyai jiwa kepemimpinan.

Membentuk karakter pemimpin sejak dini itu menjadi penting dilakukan mengingat seorang pemimpin tidaklah lahir begitu saja, tapi dibentuk. Ada banyak nilai kepemimpinan yang harus ditanamkan. Di antaranya nilai kejujuran, amanah, adil, dan bertanggung jawab. Karakter kepemimpinan tersebut tentu tidak lahir serta-merta, tapi harus melalui proses penempaan yang panjang. Dari itu, maka kehadiran SPMA menjadi penting sebagai wadah untuk membentuk karakter pemimpin.

Nilai adil misalnya. Ketika seseorang sudah berada di kursi kepemimpinan, maka ia harus adil bagi segenap yang dipimpinnya. Kewajiban dan hak harus seimbang. Jangan ada politik dinasti. Ini negara demokrasi, bukan kerajaan yang menurunkan tahta hanya untuk keturunan sendiri. Begitu juga dengan korupsi dan proyek bagi-bagi fee. Hal tersebut harus dipahami jauh-jauh hari bahwa itu melanggar hak asasi. Karena di pundak pemimpin yang bebas korupsi, di situlah masa depan negeri.

Hal-hal mendasar itulah yang membuat jiwa kepemimpinan harus ditumbuhkan sejak dini. Ini menjadi penting karena hari ini anak muda kehilangan figur kepemimpinan. Di instansi pemerintahan, banyak yang jual beli jabatan. Dalam dunia perpolitikan, potret antara ucapan dan perbuatan yang tak sejalan berserakan. Di instansi pendidikan, teori disampaikan berbusa, namun di saat yang sama, orang yang pertama melanggar adalah mereka yang menyampaikan. Anak muda pun kebingungan.

Maka dalam kelas leadershipnya, FR kerap menyampaikan bahwa untuk menghadapi era global dengan segala tantangan sosialnya, generasi muda harus memiliki lima kecerdasan, yaitu; kecerdasan karakter building dan leadership, komunikasi, teknologi dan isu global, kecerdasan ekonomi (entrepreneurship), serta kecerdasan politik dan hukum. Namun di atas semua itu, FR mengingatkan bahwa kecerdasan spiritual menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin dan generasi muda. Dan beberapa kecerdasan itulah yang ditempa di SPMA.

Maka benar seperti yang disampaikan oleh budayawan Emha Ainun Nadjib, bahwa pemimpin yang terbaik adalah yang paling memiliki penguasaan diri untuk dipimpin. Maka seorang Pendito Ratu haruslah a man of nothing to loose. Tak khawatir kehilangan apa-apa. Jangankan harta benda, simpanan uang, seribu perusahaan, tanah, gunung dan tambang. Sedangkan dirinya sendiripun sudah tak dimilikinya, sebab telah diberikan kepada Tuhan dan rakyatnya. Maka inilah yang harus kita punya.

Seperti yang disampaikan oleh George Orwell, seorang penulis dari Inggris bahwa “Para pemimpin yang menawarkan darah, kerja keras, keringat dan air mata selalu mendapatkan lebih banyak dukungan dari pengikutnya daripada mereka yang menawarkan keamanan dan waktu yang baik.” Terlepas dari itu semua, apa yang kita lakukan mempunyai dampak yang lebih besar daripada apa yang kita katakan. Dan sebagai politikus muda, Fachrul Razi melakukan itu.

Penulis : Asmaul Husna, alumnus Universitas Sumatera Utara (USU).

KOMENTAR

Name

BISNIS cinta terlarang DAERAH EKONOMI HUKUM KRIMINAL NASIONAL OLAHRAGA OPINI PENDIDIKAN POLITIK RAGAM
false
ltr
item
Liputan Investigasi: SPMA Upaya Fachrul Razi Membangun Generasi
SPMA Upaya Fachrul Razi Membangun Generasi
https://1.bp.blogspot.com/-xR57VLOQIRE/XKe2XMBnOkI/AAAAAAAAGjA/DClah4D8KRc8p01XZZz0tYYyJ8aCyjCOACLcBGAs/s640/IMG-20190406-WA0004.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xR57VLOQIRE/XKe2XMBnOkI/AAAAAAAAGjA/DClah4D8KRc8p01XZZz0tYYyJ8aCyjCOACLcBGAs/s72-c/IMG-20190406-WA0004.jpg
Liputan Investigasi
https://www.liputaninvestigasi.com/2019/04/spma-upaya-fachrul-razi-membangun.html
https://www.liputaninvestigasi.com/
http://www.liputaninvestigasi.com/
http://www.liputaninvestigasi.com/2019/04/spma-upaya-fachrul-razi-membangun.html
true
2259537535745442111
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DISARANKAN UNTUK DI BACA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy