ACEH TENGAH - Satria darmawan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kab Bener Meriah menyayangkan sikap Azam Umara caleg Par...
ACEH TENGAH - Satria darmawan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kab Bener Meriah menyayangkan sikap Azam Umara caleg Partai Demokrat yang mengatakan lembaga yang di pimpin nya merupakan sayap partai PDI-Perjuangan, pernyataan saudara azam tersebut keliru dan perlu di luruskan ungkap aktivis ini, jadi caleg itu harus banyak membaca Biar Cerdas, jangan asal ngawur terangnya dengan nada tegas. Rabu (3/10/2018)
Sebelumnya azam umara yang merupakan caleg dari partai demokrat, berkomentar di akun facebook milik aktivis GMNI badri wien linge komentar azam tersebut berbunyi "kune kam gere politik praktis... gereke GMNI kam sayap PDI-P enti kol omong, komentar tersebut membuat para aktivis GMNI gerah dan mencoba menghubungi azam melalui massenger tapi tidak ada tanggapan.
Satria dan pihaknya memberikan waktu kepada azam untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas statmentya, karena ini sudah membawa nama lembaga, sudah merugikan lembaga yang menjadi tempatnya belajar ber dinamika, romantika, diealietika ungkap aktivis gayo ini,
Perlu diketahui GMNI merupakan organisasi exsternal kampus dan bersifat independen, organisasi GMNI tidak berafiliasi dengan Partai Politik (Parpol) apapun. GMNI adalah organisasi independen. Sejarah mencatat GMNI itu lahir 1953 sedangkan Partai PDI-P lahir setelah GMNI imbuhnya,
Satria menambahkan anggaran dasar/anggaran rumah tangga GMNI menjadi pinjakan bahwa GMNI organisasi Independen, kader GMNI harus menaati AD/ART. Barang siapa yang tidak menaati akan diberi sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku dalam organisasi, sekali lagi saya tegaskan bahwa GMNI merupakan organisasi yang bersifat independen, saudara azam harus banyak belajar dan membaca agar tidak ada lagi lembaga yang di rugikan atas perkataanya itu tutupnya (D23)
