TAKENGON - Puluhan Mahasiswa mengaku dari Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah melakukan unjuk rasa ke DPRK d...
TAKENGON - Puluhan Mahasiswa mengaku dari Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah melakukan unjuk rasa ke DPRK daerah setempat, Kamis (27/9).
Aktivis Mahasiswa tersebut melakukan orasi di gedung wakil rakyat Aceh Tengah itu untuk menuntut pengrusakan lingkungan kawasan hutan lindung dan kawasan hutan lainnya oleh sekelompok masyarakat yang bernaung dibawah PT.Energi Emas Murni (PT. EEM) dan perusahaan lainnya.
Koordinator lapangan unjuk rasa Lamsyah Budin kepada awak media menyatakan permasalahan agraria merupakan hal yang kongkret dan urgent yang perlu penanganan perbaikan di negara ini, karena menyangkut dengan kesejahteraan rakyat.
Melalui momentum Hari Tani ke 58, GMNI merasakan petani masih jauh dari harapan kesejahteraan . bahwa Bumi, Air dan Kekayaan Alam terkandung didalamnya dikuasai negara dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai UUD 1945 pasal 33.
Disebutkan, tanah merupakan kehormatan dan indentitas bagi kehidupan sekelompok orang. Untuk itu pemanfaatan tanah tersebut diprioritaskan untuk kemakmuran masyarakat, tanah bukan hanya sebatas media mencari nafkah akan tetapi asal usul pengingat pada peradaban, jelasnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, GMNI menuntut agar wakil rakyat lebih peka dan dapat menyampaikan kondisi dilapangan kepada pihak terkait, tegasnya.
Sementara dikantor dewan puluhan pengunjuk rasa diterima dua anggota DPRK yang secara kebetulan ada ditempat yakni Hamzah Tun dan Masri. Antara pengunjuk rasa dengan dua anggota Dewan tersebut terjadi dialog sehingga disimpulkan pengunjuk rasa membubarkan diri setelah puluhan aktivis GMNI tersebut membakar keranda sebagai bentuk kekecewaan mereka.
Aktivis GMNI berjanji akan kembali ke gedung rakyat tersebut esok hari setelah mendapat surat undangan resmi dari lembaga terhormat tersebut.
Satria Darmawan salah seorang pengunjuk rasa usai melakukan orasi menyatakan kekecewaannya terhadap anggota DPRK Aceh Tengah, karena disaat rakyatnya mengadu mereka tidak berada di ruang kerjanya
"Seharusnya agenda kita hari ini sudah selesai untuk menyampaikan aspirasi ke wakil rakyat tersebut tinggal melakukan pengawalan sejauh mana mereka berjuang untuk kepentingan rakyat ini" kesalnya sembari menyatakan bahwa kemungkinan besok, massa aktivis berunjuk rasa lebih banyak lagi, ketusnya. ( S'E).
