BANDA ACEH - Terkait alasan kepala dinas pemuda dan olahraga belum mencairkan anggaran karena adanya dualisme kepengurusan KNPI Aceh, me...
BANDA ACEH - Terkait alasan kepala dinas pemuda dan olahraga belum mencairkan anggaran karena adanya dualisme kepengurusan KNPI Aceh, mendapatkan reaksi dari Ketua KNPI Aceh yang diketuai Wahyu Saputra, menurut dirinya persoalan dualisme sudah berakhir dengan diserahkan kembali kantor KNPI jambo tape sebelumnya.
"Persoalan dualisme sudah berakhir dengan diserahkannya kembali kantor KNPI dijambo tape oleh pihak polresta Banda Aceh dimasa kapolresta Kombes T. Saladin kepada ketua Jamaluddin, ketua sebelum saya." Kata Wahyu Saputra kepada media ini. Kamis malam (6/9/2018).
"Segala fasilitas kantor, kendaraan operasional, kami yang gunakan, knpi versi zikri kantornya di depok, jabar. tambahnya
Dikatakan lebih lanjut, Bahwa KNPI sebagai wadah berhimpum OKP, bukan orang perorang yang tidak jelas asal muasalnya, silahkan panggil 70 OKP dipihak mana mereka berada.
Kita selalu mengadakan acara musda, pelantikan, kerja sosial ke daerah-daerah dan selalu disambut Bupati/walikota, itu membuktikan pemda mendukung kita.
Setiap kegiatan pemerintah Aceh, upacara, rapat di Instansi pemerintah dan DPRA selalu kita yang di undang, knpi mereka mana orangnya. Ungkap Ketua KNPI Wahyu Saputra.
Dijelaskan Wahyu bahwa pengajuan anggaran kongres dilakukan oleh ketua Jamaluddin yang sekarang diteruskan kepada dirinya namun mengapa kadispora ragu tentang siapa yangg berhak.
dengan demikian KNPI yang dipimpin Wahyu akan segera mendesak kadispora untuk segera mencairkan anggaran karena waktu persiapan pelaksanaan kongres hanya 1.5 bulan lagi.
"Perjuangan mendapatkan tuan rumah kongres oleh ketua Jamaluddin diperiode yang lalu sangat berat, kesempatan ini sulit untuk terulang kembali. katanya
Kongres akan menghadirkan 15 ribu pemuda dari seluruh indonesia, akan membawa keuntungan disisi pariwisata, citra keamanan Aceh akan meningkat dan keuntungan ekonomi bagi masyarakat.
Jika kongres ini gagal terlaksana disebabkan kadispora tidak mau mencairkan anggaran, maka kadispora harus bertanggungjawab dan pemuda Aceh akan meminta pertanggungjawaban beliau. Demikian Ketua KNPI Aceh Wahyu Saputra, SE.
