TAKENGON - EvenGayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) yang berlangsung di Lapangan Musara Alun Takengon dari 14-19 Septemb...
TAKENGON - EvenGayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) yang berlangsung di Lapangan Musara Alun Takengon dari 14-19 September 2018, akhirnya diberlakukan garis pemisah antara laki-laki dan perempuan.
Pengumuman pemisah antara penonton laki-laki dan perempuan tersebut diumumkan langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) setempat, diatas panggung utama untuk mengumumkan pentingnya ada pemisah antara laki-laki dan wanita.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) mengatakan, penertiban itu sesuai dengan Qanun yang ada, yaitu yang tertera dalam Qanun Nomor 14 Tahun 2014 serta Nomor 12 Tahun 2012 tentang pelaksanaan Syari’at Islam.
“Pemisahan ini dilakukan untuk menindaklanjuti tentang aturan yang ada. Dalam pelaksanaan hiburan rakyat ini seharusnya memang ada pemisah antara laki-laki dan wanita, disamping itu sebenarnya kenapa malam ini dilakukan pemisahan karena ini merupakan puncak acaranya,” ungkap Syahrial dilapangan Musara Alun Takengon, Rabu (19/09/2018) malam.
Dia menambahkan, selama pelaksanaan hiburan rakyat itu pihaknya melalui anggota senantiasa stanby dilokasi acara untuk mengawasi selama pelaksanaan hiburan berlangsung
“Sebahagian anggota kami kerahkan untuk mengawasi acara hiburan rakyat, sebahagian lagi kami kerahkan di lapangan pacuan Kuda Blang Bebangka Pegasing, disana anggota kami mengawasi selama 24 jam,” terang Syahrial
Ia mengaku, selama pelaksanaan hiburan rakyat berlangsung pihaknya tidak menemukan adanya indikasi yang menyimpang seperti mesum, khalwat dan yang lainnya.
Terkait pelaksanaan Pacuan Kuda yang berlangsung dilapangan pacu Blang Bebangka yang telah dimulai sejak 17 september 2018 kemarin, pihaknya mengaku akan mengawasi lebih ketat tentang perjudian dan busana yang melanggar syariat Islam.
“Penekanan khusus yang kami lakukan selama kegiatan yaitu tentang perjudian, ini fokus utama. Sebelumnya juga sudah terindikasi adanya perjudian, selanjutnya kami akan amankan dan beri peringatan di kantor,” ungkapnya.
Pihak Satpol PP dan WH saat ini juga telah menetapkan lokasi rawan perjudian selama kegiatan berlangsung. “Kami himbau kepada seluruh masyarakat dan tamu yang berasal dari luar kabupaten mari sama-sama mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh secara umum dan Aceh Tengah secara khusus,” tutup Syahrial
Untuk diketahui, hiburan rakyat dimaksud dilaksanakan sejak 14 sampai 19 September 2018 di lapangan Musara Alun Takengon. Selama pelaksanaan hiburan itu masyarakat banyak yang mengkritik panitia penyelenggara karena tidak memisahkan penonton laki-laki dan wanita, juga lampu penerang dalam kegiatan itu terlihat remang-remang.(K'S'E).
