TAKENGON - Panitia lapak dan parkir pelaksanaan Pacu Kuda Tradisional di lapangan Hasan Gayo Bebangka- Pegasing, hari ini, Rabu (12/9)...
TAKENGON - Panitia lapak dan parkir pelaksanaan Pacu Kuda Tradisional di lapangan Hasan Gayo Bebangka- Pegasing, hari ini, Rabu (12/9) sempat berseteng dengan calon pembeli lapak jualan ( Penta) yang mengaku ketua pedagang Pekan di Takengon, Pasalnya Penta terlambat datang menemui panitia sementara lapak yang dimaksud Penta Vs sebanyak 30 lapak, sudah diisi oleh masyarakat.
Penta menyatakan bahwa dirinya sudah mendapat restu Bupati Aceh Tengah Shabela AB, untuk mendapatkan lapak jualan tersebut sehingga dirinya bersikukuh harus menempati lapak yang dia maksud itu.
Bupati Aceh Tengah Shabela, AB, saat dikonfirmasi via telepon selulernya membenarkan bahwa dirinya ada menjanjikan lapak jualan tersebut kepada Penta, bahkan menurut Pak Bela, Penta sudah meminta lahan lapak tersebut setahun lalu kepada pihak panitia dan kepada dirinya, " Saat itu usulannya kita terima dan saya berjanji untuk menepatinya, karenanya Shabela berharap pihak panitia dapat mengakomodir Penta CS" pinta Bupati.
Sementara ditempat terpisah Reje Kampung Jurusen M.Saleh saat dikonfirmasi mengatakan pelaksanaan Pacu Kuda Tradisional Gayo yang dilaksanakan di Lapangan H.M.Hasan Gayo Blang Bebangka, tahun 2018 ini sesuai giliran SBJK, dipegang oleh Kampung Jurusen, dimana usulan tersebut terlambat disampaikan ke pihak kami, sehingga lokasi lapak dimaksud oleh Penta CS, sudah diisi oleh masyarakat.
kendatipun begitu pihaknya sudah menyediakan lapak jualan untuk Penta CS, sebanyak 30 lapak di tiga lokasi berbeda, lapak tersebut sudah terjual kepada masyarakat dengan harga Rp. 500 ribu/ Lapak, namun karena hal ini perintah Bupati maka panitia terpaksa membeli lapak tersebut kembali dari masyarakat dengan harga Rp. 900 ribu/lapak, ini artinya panitia harus membeli kembali lapak yang terjual dengan menambah uang sebanyak 400 ribu/lapak atau harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 12 juta lagi untuk menyediakan lapak Penta CS, terang M.Saleh itupun tidak satu lokasi, imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut M.Saleh mengakui adanya permintaan Bupati Aceh Tengah untuk menyediakan lahan lapak untuk Penta CS, itu baru saya tau setelah lapak tersebut laku terjual kepada masyarakat, dimana sebelumnya Penta mungkin telah berjanji setahun lalu kepada pihak panitia pelaksana pacuan kuda tahun 2017 lalu, terang Reje Kampung Jurusan tersebut.( S'E).
